Mentan Andi Amran Sulaiman Dengar Langsung Keluhan Mahasiswa soal Harga Gabah

Komitmen Amran untuk Petani dan Generasi Muda

Dalam kesempatan tersebut, Amran menegaskan komitmennya untuk mendengar aspirasi masyarakat, terutama mahasiswa, serta memastikan Kementan tidak mentolerir praktik yang merugikan petani.

“Pemerintah hadir dan serius memberantas mafia pangan, memastikan pupuk subsidi tepat sasaran, serta memperkuat kemandirian pangan. Aspirasi adik-adik mahasiswa jadi pengingat sekaligus penyemangat kami,” tegas Amran.

Ia juga menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan.

BACA JUGA :  Pengamat Tagih Janji Komisi II DPR Soal Revisi UU Pemilu

Mahasiswa adalah agen perubahan. Kami terbuka berdialog, menerima kritik, dan bekerja sama. Semua ini ujungnya untuk petani dan rakyat,” katanya.

Amran mengajak generasi muda agar perjuangan tidak berhenti di jalanan, melainkan dilanjutkan lewat riset, inovasi, dan aksi nyata.

“Jangan berhenti di jalan. Mari kita bicarakan lebih dalam, cari solusi bersama. Pertanian ini milik kita semua,” ujarnya.

BACA JUGA :  Pos Koramil Megamendung Resmi Berdiri, Jaro Ade: Jaga Sinergi Demi Bogor Aman

Langkah Nyata Kementan

Sebagai informasi, Amran sebelumnya telah mengambil sejumlah langkah nyata, di antaranya:

  • Merobohkan 145 peraturan yang menghambat pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi.
  • Menginisiasi kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah menjadi Rp6.500/kg.
  • Membongkar praktik penyalahgunaan minyak goreng dan beras oplosan yang merugikan masyarakat.
Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================