Pemerintah Gelar Program SPHP Jagung, Peternak Unggas Bisa Beli Pakan Rp 5.500/kg

SPHP
Ilustrasi Jagung Kering. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Pemerintah menyiapkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung agar peternak unggas dapat memperoleh pakan dengan harga terjangkau.

Program ini menggunakan stok Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) yang dikelola Perum Bulog.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas/NFA) Arief Prasetyo Adi menyampaikan bahwa anggaran sebesar Rp 78,6 miliar telah dialokasikan untuk pelaksanaan SPHP jagung tahun ini. Dengan dana tersebut, peternak unggas bisa membeli jagung SPHP dengan harga Rp 5.500 per kilogram (kg).

“Stok CJP yang ada di Bulog akan disiapkan untuk peternak layer. Totalnya 52.400 ton jagung dirilis dengan harga Rp 5.500 per kilogram. Sisanya akan ditanggung pemerintah,” kata Arief, Kamis (11/9/2025).

Upaya Kendalikan Harga Jagung

Arief menambahkan, kebijakan ini merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah menjaga stabilitas pangan sekaligus melindungi petani dan peternak dalam negeri.

Ia menekankan, swasembada pangan hanya bisa tercapai jika produsen dalam negeri kuat. “Kebutuhan konsumsi domestik pun mampu ditopang masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA :  Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Resmi Kuasai Mayoritas Saham VISI, Investasi Capai Rp178 Miliar

Sebelumnya, peternak unggas nasional mengeluhkan harga jagung pakan yang melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) Rp 5.800/kg. Berdasarkan data Panel Harga Pangan NFA, rata-rata harga jagung di tingkat peternak nasional kini mencapai Rp 6.628/kg, naik 2,65% dari sebulan sebelumnya Rp 6.457/kg.

“Intinya Rp 5.500 per kg buat peternak. Jadi ini bisa bantu produksi telur dengan harga bagus sampai akhir tahun ini,” jelas Arief.

Penyerapan Jagung oleh Bulog

Untuk memastikan program berjalan, Bapanas meminta data peternak layer mandiri penerima SPHP jagung dari Kementerian Pertanian. Hal ini mengacu pada keberhasilan program tahun sebelumnya.

Stok CJP yang dikelola Bulog per 30 Agustus 2025 tercatat 63,8 ribu ton, dengan kondisi masih segar dan 95,5% di antaranya berusia simpan kurang dari enam bulan.

Bulog sendiri mendapat penugasan menyerap produksi jagung dalam negeri sesuai Keputusan Kepala Bapanas Nomor 216 Tahun 2025. Dalam aturan tersebut, Harga Pembelian Pemerintah (HPP) jagung pipilan kering di tingkat petani ditetapkan Rp 5.500/kg (kadar air 18–20%).

BACA JUGA :  Piala Dunia 2026 Segera Dimulai, Ini Jadwal Upacara Pembukaannya di Tiga Negara Tuan Rumah

Sementara di gudang Bulog dengan kadar air maksimal 14% dan aflatoksin maksimal 50 ppb, HPP ditetapkan Rp 6.400/kg.

“Setelah Bulog menyerap jagung saat panen raya lalu, sekarang waktunya penyaluran ke peternak unggas. Dalam waktu dekat, Bapanas akan kembali menugaskan Bulog untuk pelaksanaan SPHP jagung perdana 2025,” ungkap Arief.

Realisasi Tahun Sebelumnya

Program SPHP jagung pakan untuk peternak layer mandiri sudah berjalan sejak 2023. Realisasi tahun 2023 mencapai 27,6 ribu ton, kemudian melonjak tajam di 2024 hingga 275,5 ribu ton.

Pemerintah berharap SPHP jagung mampu menjaga keberlanjutan perekonomian melalui peternakan unggas yang lebih kompetitif, produktif, dan stabil.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================