Waspadai Nyeri Dada Setelah Olahraga: Cedera Otot, Asam Lambung, atau Masalah Jantung?

Nyeri dada
Ilustrasi Nyeri Dada. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Mengalami nyeri dada setelah olahraga sering membuat panik karena gejalanya mirip dengan serangan jantung.

Padahal, nyeri dada bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari cedera otot, gangguan pencernaan, hingga masalah jantung.

  1. Samuel Sudanawidjaja, Sp.JP, FIHA, FSCAI, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Mayapada Hospital Surabaya, menekankan pentingnya mengenali perbedaan gejala agar nyeri bisa ditangani sejak dini.

Penyebab Nyeri Dada Setelah Olahraga

  1. Cedera otot dada (costochondritis)
    Nyeri terasa tajam, terutama saat dada ditekan atau saat menarik napas dalam. Kondisi ini biasanya timbul akibat gerakan berulang saat berolahraga.
  2. Masalah jantung (angina atau serangan jantung)
    Gejalanya berupa rasa tertekan, sesak, atau nyeri menjalar ke lengan kiri. Umumnya membaik saat istirahat, namun bisa menjadi tanda serius bila aliran darah ke otot jantung terganggu.
  3. Asam lambung (GERD)
    Sering muncul setelah makan atau berbaring. Ditandai dengan sensasi terbakar di dada (heartburn) yang menjalar ke tenggorokan, kadang disertai perut kembung, sendawa berlebihan, atau rasa begah. Gejala biasanya berkurang saat duduk tegak atau setelah mengonsumsi obat antasida.
BACA JUGA :  OSN-K 2026 Segera Digelar, Peserta Wajib Pahami Tata Tertib dan Sanksi yang Berlaku

Gejala yang Harus Diwaspadai

Nyeri dada perlu segera ditangani jika terasa berat, menekan, atau menjalar ke lengan kiri, rahang, atau punggung.

Waspadai juga bila disertai sesak napas, keringat dingin, atau pusing, terutama pada penderita hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, atau riwayat penyakit jantung.

Tips Mencegah Nyeri Dada Saat Olahraga

  • Beri jeda 1,5–2 jam setelah makan besar sebelum berolahraga.
  • Lakukan pemanasan yang cukup.
  • Minum air secukupnya.
  • Jangan memaksakan diri bila belum terbiasa olahraga intens.
  • Lakukan pemeriksaan kesehatan berkala, khususnya bagi yang memiliki riwayat penyakit jantung atau pencernaan.

Layanan Deteksi Nyeri Dada di Mayapada Hospital

Untuk memastikan penyebab nyeri, Mayapada Hospital menyediakan Chest Pain Unit, layanan deteksi cepat dan akurat yang diberikan secara gratis jika tidak ditemukan tanda gangguan jantung.

BACA JUGA :  Shafeea Curi Perhatian Saat Tampil di Konser Aldi Taher, Momen Bareng Dul Jaelani Viral di Media Sosial

Bila terindikasi masalah jantung, pasien akan langsung dirujuk ke dokter spesialis atau subspesialis untuk penanganan lanjutan.

Pada kasus serangan jantung, Cardiac Emergency Mayapada Hospital 24 Jam siap melakukan tindakan Primary PCI dengan protokol door to balloon kurang dari 90 menit, standar emas penyelamatan serangan jantung akut.

Melalui Cardiovascular Center Mayapada Hospital, pasien mendapat layanan jantung komprehensif berstandar internasional, mulai dari pencegahan, diagnosis, intervensi, hingga rehabilitasi jantung.

Pemeriksaan bisa dipesan melalui call center 150770 atau aplikasi MyCare. Aplikasi ini juga memiliki fitur Health Articles & Tips serta Personal Health yang terhubung dengan Health Access dan Google Fit untuk memantau detak jantung, kalori, langkah harian, hingga BMI, sekaligus memberikan poin reward untuk potongan harga pemeriksaan.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================