Cadangan Emas Menipis, Antam Pongkor Pilih Hemat Produksi Setiap Tahun

Data semester I-2025 menunjukkan penjualan emas melonjak 163% (year on year) menjadi Rp49,54 triliun, atau setara 84% dari total pendapatan perseroan.

Seiring cadangan Pongkor yang kian menipis, Antam semakin bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik. Pada paruh pertama 2025, pengadaan emas impor mencapai 78%, sementara pasokan domestik hanya menyumbang 22%.

Untuk mengurangi ketergantungan tersebut, Antam mempercepat pembangunan pabrik pencetakan emas di kawasan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur. Pabrik ini ditargetkan mampu memproduksi 5 juta keping logam mulia batangan, koin, serta emas industri setiap tahun.

BACA JUGA :  Stadion Pakansari Ditata Jelang Laga Piala AFF 2026

Selain itu, Antam telah menandatangani perjanjian jual beli dengan PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk suplai sekitar 30 ton emas dari fasilitas precious metal refinery (PMR) yang menjadi bagian dari smelter tembaga di Gresik.

BACA JUGA :  Emma Roberts Resmi Menikah dengan Cody John di Idaho AS

Menyusul makin menipisnya cadangan emas Pongkor, Antam kini membidik sejumlah wilayah tambang emas baru untuk diakuisisi. Potensi tambang yang tengah dikaji tersebar di Aceh, Sumatra Utara, Jawa Barat, Jawa Timur, Maluku, Papua hingga Nusa Tenggara.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Ilham Ariyansyah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================