BOGORTODAY.COM – Kelompok Hamas menuduh Amerika Serikat (AS) terlibat dalam serangan mematikan Israel terhadap para pejabat dan negosiatornya di Qatar.
Hamas menyebut serangan Tel Aviv itu sebagai “pembunuhan terhadap seluruh proses negosiasi.”
Hamas, yang menguasai Jalur Gaza, menuding Israel sengaja melancarkan serangan ke Qatar untuk menggagalkan perundingan gencatan senjata Gaza yang sempat kembali dilanjutkan beberapa pekan terakhir.
Serangan Belum Pernah Terjadi
Serangan udara Israel terhadap wilayah Qatar pada Selasa (9/9/2025) waktu setempat disebut sebagai kejadian yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Serangan itu mengirimkan gelombang kejut ke seluruh wilayah yang selama ini terlindungi dan menghentikan proses negosiasi yang sudah berjalan tersendat.
“Kejahatan ini adalah pembunuhan terhadap seluruh proses negosiasi dan penargetan yang disengaja terhadap saudara-saudara kita yang melakukan mediasi di Qatar dan Mesir,” kata pejabat Hamas, Fawzi Barhoum, Jumat (12/9/2025).
Hamas Sebut AS “Kaki Tangan Israel”
Barhoum menuding AS sebagai “kaki tangan penuh” dalam serangan Tel Aviv yang menargetkan para pejabat senior Hamas di Qatar.
Meski demikian, Gedung Putih menyebut Presiden Donald Trump tidak menyetujui keputusan Israel tersebut.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















