
Trump bahkan mengklaim dirinya tidak diberitahu lebih awal soal serangan itu. Ia menginstruksikan utusannya di Timur Tengah, Steve Witkoff, untuk segera memperingatkan Qatar, namun serangan sudah telanjur berlangsung.
Klaim Israel dan Korban Jiwa
Militer Israel menyebut serangan itu ditujukan untuk melumpuhkan para pemimpin senior Hamas di Doha. Namun Hamas mengklaim para pejabat tingginya berhasil selamat.
Meski begitu, lima anggota Hamas tewas dalam serangan itu, antara lain:
- Hamam, putra negosiator utama Hamas Khalil al-Hayya
- Jihad Labad, direktur kantor al-Hayya
- Tiga pengawal Hamas: Ahmad Mamlouk, Abdallah Abdelwahd, dan Mumen Hassoun
Otoritas Qatar juga melaporkan bahwa salah satu kopral militernya, Badr Saad Mohammed al-Humaidi al-Dosari, ikut tewas.
Barhoum menambahkan bahwa istri, menantu, dan cucu-cucu al-Hayya turut mengalami luka-luka akibat serangan yang menargetkan kompleks tempat tinggal sang negosiator Hamas tersebut.
Reaksi Qatar
Perdana Menteri Qatar, Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, mengaku tidak bisa memastikan kondisi al-Hayya usai serangan.
Sosoknya pun tidak terlihat dalam pemakaman para korban yang digelar di Doha dengan pengamanan ketat.
Dalam tayangan televisi lokal, satu peti mati tampak diselimuti bendera nasional Qatar, sementara lima lainnya dibalut bendera Palestina.
Kementerian Dalam Negeri Qatar menyebut jenazah korban akan dimakamkan di Pemakaman Mesaimeer usai salat jenazah di Masjid Sheikh Mohammed bin Abdul Wahhab.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















