Harga Minyak Dunia Tertekan, Turun Lagi ke Level Terendah

Namun, keputusan OPEC+ menaikkan kuota produksi mulai Oktober justru menekan harga lebih dalam.

Arab Saudi, pemimpin kelompok ini, bahkan meningkatkan ekspor ke China yang diperkirakan mencapai 1,65 juta barel per hari pada Oktober, naik dari 1,43 juta barel per hari bulan sebelumnya.

Tekanan dari Rusia dan AS

Sementara itu, pendapatan Rusia dari ekspor minyak mentah dan turunannya dilaporkan merosot tajam pada Agustus, menjadi salah satu yang terendah sejak konflik dengan Ukraina pecah.

BACA JUGA :  Vertu AlphaFold Resmi Meluncur, Ponsel Lipat Premium dengan AI Asisten Pribadi Seharga Rp 110 Juta

Rusia juga berencana memangkas pengiriman minyak ESPO Blend dari pelabuhan Kozmino, Timur Jauh, menjadi 4 juta ton metrik pada September, turun dari 4,2 juta ton pada Agustus.

Dari Amerika Serikat, data inflasi menunjukkan kenaikan harga konsumen pada Agustus dengan laju tercepat dalam tujuh bulan terakhir.

Namun, lonjakan klaim tunjangan pengangguran memunculkan ekspektasi bahwa The Federal Reserve akan segera memangkas suku bunga, yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi dan permintaan energi.

BACA JUGA :  BKN Tegaskan Poster CPNS 2026 yang Beredar di Medsos adalah Hoaks

Meski demikian, laporan Energy Information Administration (EIA) mencatat stok minyak mentah AS justru naik 3,9 juta barel menjadi 424,6 juta barel dalam sepekan terakhir. Lonjakan stok ini semakin menambah tekanan pada harga minyak dunia.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================