BOGORTODAY.COM – Puasa merupakan ibadah penting dalam Islam yang melatih seorang muslim menahan diri dari makan, minum, serta hal-hal yang membatalkan puasa.
Amalan ini juga mendidik jiwa agar lebih taat kepada Allah SWT sekaligus membawa manfaat besar bagi pribadi maupun masyarakat.
Dalam buku Fikih Ibadah karya Hasan Ayyub, dijelaskan bahwa puasa memiliki banyak keutamaan.
Ada puasa wajib, seperti Ramadan, kaffarah, dan nazar, serta puasa sunnah, seperti Arafah, Asyura, dan Senin-Kamis.
Namun, Islam juga menetapkan ada hari-hari tertentu di mana puasa justru diharamkan. Hal ini agar ibadah tetap sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
- Hari Raya Idul Fitri (1 Syawal)
Idul Fitri adalah hari kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa Ramadan. Pada hari tersebut, umat Islam dianjurkan untuk bergembira, makan, dan saling berbagi kebahagiaan.
Rasulullah SAW bersabda:
“Rasulullah melarang berpuasa pada dua hari: hari Fithr dan hari Adha.” (HR Muttafaq ‘alaih)
- Hari Raya Idul Adha (10 Zulhijah)
Larangan berpuasa juga berlaku pada Hari Raya Idul Adha. Pada hari itu, umat Islam disyariatkan menyembelih hewan kurban dan membagikannya agar semua dapat merasakan nikmat hari besar tersebut.
- Hari Tasyrik (11, 12, 13 Zulhijah)
Hari tasyrik masih termasuk dalam rangkaian Idul Adha. Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya hari-hari itu (tasyrik) adalah hari makan, minum, dan mengingat Allah.” (HR Muslim)
- Puasa Khusus Hari Sabtu
Mengkhususkan puasa hanya di hari Sabtu dilarang, kecuali jika bertepatan dengan puasa wajib atau sunnah yang memang sedang dikerjakan, seperti qadha, nazar, atau puasa Daud.
- Puasa Khusus Hari Jumat
Puasa hanya di hari Jumat juga tidak diperbolehkan jika tidak diiringi dengan puasa sehari sebelumnya (Kamis) atau sesudahnya (Sabtu). Sebagian ulama menilai larangan ini bukan haram, melainkan makruh.
- Puasa pada Hari Syak (30 Sya’ban)
Hari syak adalah tanggal 30 Sya’ban ketika belum jelas apakah sudah masuk Ramadan atau belum. Rasulullah SAW melarang mendahului Ramadan dengan berpuasa, kecuali bagi yang memang rutin berpuasa sunnah.
- Puasa Selamanya (Shaumul Abad)
Puasa tanpa henti setiap hari tidak dibenarkan dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak sah puasanya orang yang puasa selamanya.” (HR Bukhari dan Muslim)
Sebagai gantinya, Rasulullah menganjurkan puasa Nabi Daud, yaitu sehari berpuasa dan sehari berbuka.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















