BOGORTODAY.COM – Pemerintah Indonesia berencana mengimpor 1,4 juta kiloliter (KL) Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Amerika Serikat (AS).
Impor ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan BBM PT Pertamina (Persero) maupun SPBU swasta, sekaligus sebagai bagian dari komitmen perdagangan Indonesia dengan AS.
Kebutuhan Pertamina dan SPBU Swasta
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan kebutuhan kumulatif dari Pertamina dan badan usaha swasta.
“(1,4 juta KL) Kumulatif keseluruhan Pertamina, badan usaha. Jadi dengan kebutuhan tadi, ya kan kita juga ada komitmen juga impor dalam rangka pemenuhan komitmen trade balance kita dengan Amerika. Jadi ini kita juga karena bukan saja ini keinginan pemerintah tetapi ada komitmen kita juga dengan pihak lain,” kata Yuliot di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (12/9/2025).
Namun, Yuliot menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara. Pemerintah masih menunggu rincian data dari Pertamina dan SPBU swasta terkait pembagian porsi impor BBM.
“Berapa porsi Pertamina, berapa porsi badan usaha, ini data-datanya kita minta detailkan. Karena pemerintah dalam memberikan persetujuan itu sampai dengan akhir tahun kebutuhannya kira-kira berapa,” ujarnya.
Komitmen Dagang dengan Amerika Serikat
Rencana impor ini tidak lepas dari kesepakatan dagang antara Indonesia dan AS. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump memberikan insentif berupa pemangkasan tarif impor produk Indonesia dari 32% menjadi 19%.
Namun, insentif tersebut diberikan dengan sejumlah syarat. Mengutip CNN Business (16/7/2025), ada empat komitmen yang harus dipenuhi Indonesia, yakni:
- Indonesia tidak akan mengenakan tarif terhadap produk ekspor dari AS.
- Membeli produk energi dari AS senilai US$ 15 miliar (sekitar Rp 244 triliun).
- Membeli produk pertanian dari AS senilai US$ 4,5 miliar (sekitar Rp 73 triliun).
- Membeli 50 pesawat Boeing (kebanyakan seri 777) yang direncanakan melalui maskapai Garuda Indonesia.
BBM Jadi Bagian dari Kesepakatan
Dengan adanya komitmen tersebut, impor BBM dari AS menjadi salah satu langkah konkret Pemerintah Indonesia untuk menyeimbangkan neraca dagang sekaligus memenuhi kebutuhan energi nasional.
Ke depan, pembagian jatah impor antara Pertamina dan SPBU swasta masih menunggu keputusan pemerintah berdasarkan data kebutuhan hingga akhir tahun 2025.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















