Parlemen Nepal Dibubarkan Usai Demo Ricuh, Pemilu Dijadwalkan Maret 2026

Aksi protes awalnya dipicu oleh pemblokiran akses media sosial pada awal September. Meski blokir dicabut pada 8 September, unjuk rasa tidak mereda dan justru semakin meluas dengan tuntutan anti-korupsi.

Aksi Kekerasan dan Penertiban Militer

Situasi memanas pada 9 September ketika aparat keamanan melepaskan tembakan ke arah demonstran. Amnesty International menuding pihak kepolisian menggunakan peluru tajam terhadap warga sipil.

BACA JUGA :  Sering Lewatkan Sarapan? Ini Dampaknya bagi Kesehatan

Kerusuhan meluas hingga terjadi pembakaran rumah pejabat tinggi dan gedung parlemen Nepal. Akibatnya, PM Sharma Oli mengumumkan pengunduran diri pada 9 September, tetapi hal itu tidak cukup meredakan kemarahan publik.

Militer Nepal kemudian dikerahkan untuk mengendalikan keadaan. Jam malam nasional diberlakukan sejak 10 September, dengan pos-pos pemeriksaan didirikan di ibu kota Kathmandu. Sedikitnya 27 orang ditangkap atas dugaan kekerasan dan penjarahan, serta 31 senjata api berhasil disita.

BACA JUGA :  Galaxy Unpacked 2026: Ini Perangkat Samsung Akan Meluncur

Kekhawatiran “Penyusup”

Sejumlah demonstran menyatakan aksi mereka berpotensi ditunggangi pihak luar. Militer Nepal pun mengonfirmasi adanya indikasi keterlibatan penyusup dalam kerusuhan tersebut.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================