
BOGORTODAY.COM – Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan, menegaskan bahwa peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sektor air minum kini mengalami perubahan paradigma. BUMD tak lagi hanya dipandang sebagai entitas bisnis, melainkan menjadi instrumen penting dalam pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Rino saat memberikan sambutan dalam Forum Group Discussion (FGD) “Valuasi Keberadaan (Existence Valuation) BUMD Air Minum Studi Kasus: Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Tinjauan Aspek Ekonomi, Sosial, Lingkungan, dan Kebijakan” yang digelar di Jakarta pekan lalu.
Rino mengutip data WHO dan UN Water yang menyebutkan setiap investasi US$1 di sektor air dan sanitasi mampu memberikan pengembalian hingga US$4,3 melalui penghematan biaya kesehatan, peningkatan produktivitas, pendidikan, serta kualitas hidup masyarakat.
“Ini menegaskan bahwa keberadaan BUMD air minum memiliki multiplier effect yang sangat besar, bukan hanya di sektor ekonomi, tetapi juga sosial dan lingkungan,” jelas Rino yang juga menjabat Sekretaris Umum Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi).
Lima Peran Strategis BUMD
Rino menambahkan, BUMD memegang peran strategis dalam mengelola sumber daya ekonomi daerah demi kepentingan masyarakat luas dan pembangunan berkelanjutan. Mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, terdapat peran penting BUMD, di antaranya:
- Mengembangkan Perekonomian Daerah – BUMD berkontribusi dalam pembangunan ekonomi daerah dan pengembangan potensi lokal.
- Menyelenggarakan Kemanfaatan Umum – Memberikan pelayanan barang dan jasa berkualitas sesuai kebutuhan masyarakat.
- Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) – Menjadi sumber pendapatan bagi pemerintah daerah.
- Serta peran lainnya yang mendukung pengembangan sosial-ekonomi daerah.
“Dengan riset valuasi dari Universitas Pakuan ini, kita bisa melihat bagaimana Perumda Tirta Pakuan berkontribusi nyata terhadap perekonomian Kota Bogor, seperti diamanatkan Perda Nomor 21 Tahun 2019,” ujar Rino.
Nilai Ekonomi Mencapai Rp1,94 Triliun
Editor : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















