Perumda Tirta Pakuan Dorong Transformasi BUMD Air Minum Jadi Instrumen Pembangunan Daerah

Ketua Tim Peneliti Universitas Pakuan, Radjab Tampubolon, memaparkan bahwa total economic value Perumda Tirta Pakuan mencapai Rp1,94 triliun. Rinciannya meliputi:

Nilai Ekonomi Perusahaan: Rp496,22 miliar (beban pegawai, PAD, pendapatan, laba/deviden), Nilai Manfaat Sosial: Rp1,417 triliun (pemerataan akses air, perilaku, kesehatan, dan kewarisan), Nilai Manfaat Lingkungan: Rp26,56 miliar.

Selain itu, Perumda Tirta Pakuan terhadap perekonomian daerah mencapai Rp103,54 miliar per tahun, terdiri dari belanja 658 pegawai beserta 2.632 anggota keluarganya senilai Rp80,63 miliar per tahun serta dividen ke PAD sebesar Rp22,91 miliar per tahun.

BACA JUGA :  Cara Menghadapi Bos Toksik Tanpa Harus Resign di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Proyeksi 2029: Layanan Mendekati 100%

Berdasarkan analisis kinerja keuangan 2019–2024, 91,09% pendapatan Perumda Tirta Pakuan berasal dari penjualan air, di mana tarif air menjadi faktor paling sensitif. Hasil simulasi ideal memproyeksikan bahwa pada 2029, Perumda Tirta Pakuan akan mencapai cakupan layanan mendekati 100%, rasio pendapatan/biaya sebesar 1,35, serta surplus air baku lebih dari 10 juta m³ per tahun.

BACA JUGA :  Kenapa Wajah Terlihat Lebih Tua dari Usia Sebenarnya? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

FGD ini merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Water Forum (IWF) 2025 yang digelar Perpamsi di Jakarta International (JI) Expo Kemayoran pada 10–13 September 2025, mengusung tema “Transformasi Sektor Air Minum untuk Meningkatkan Nilai Tambah Ekonomi.”

Kemudian, Bimbingan Teknis Tahap I (Prioritas Jawa Barat, DK Jakarta, Banten dan Lampung. Serta Bimbingan Teknis Penyelenggaraan Izin Pengusahaan dan Persetujuan Penggunaan Air Tanah bagi BUMD Air Minum Banten, & Lampung).*

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Aditya Nugraha

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================