
“Dukungan terhadap UMKM dan gig economy di era digital sangat relevan agar pengusaha muda mampu bersaing, baik di pasar lokal maupun global,” jelas Anggawira.
Tantangan Implementasi
Meski menyambut positif, HIPMI menekankan bahwa keberhasilan stimulus 8+4+5 bergantung pada implementasi di lapangan.
Koordinasi erat antara pemerintah pusat dan daerah sangat diperlukan agar program dapat berjalan konsisten dan tepat sasaran.
HIPMI juga mendorong adanya pendampingan dan edukasi bagi UMKM serta pekerja digital, sehingga fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal. Evaluasi berkala serta komunikasi terbuka dengan pelaku usaha dinilai penting untuk mengantisipasi hambatan dan memastikan manfaat kebijakan tersebar merata, termasuk hingga ke daerah.
HIPMI Siap Kawal
Sebagai organisasi pengusaha muda, HIPMI menegaskan siap ikut mengawal implementasi stimulus 8+4+5.
Mereka berkomitmen menghadirkan masukan dari dunia usaha, memperkuat ekosistem kewirausahaan, serta mendorong agar kebijakan tersebut benar-benar menjadi katalis pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
“Kami berharap kebijakan ini tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi mampu mendorong transformasi ekonomi yang lebih produktif, inovatif, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat,” tutup Anggawira.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















