SDN 02 Cogreg Terendam Banjir, Siswa Terpaksa Belajar di Rumah

BOGORTODAY.COMSDN 02 Cogreg, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat terendam banjir hingga setinggi 35 sentimeter, memaksa ratusan siswa belajar dari rumah.

Banjir merendam halaman sekolah serta tiga ruang kelas, sehingga aktivitas belajar mengajar tidak dapat berlangsung seperti biasa.

Kepala Sekolah SDN 02 Coreg, Indriana Vianhto, mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor untuk menanggapi kondisi ini.

“Saya berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, dan diputuskan anak-anak belajar dari rumah,” ujarnya, dikutip dari bogorupdate.com, Selasa (16/9/2025).

Indriana menambahkan, banjir di sekolahnya bukan kali pertama terjadi. Pada insiden sebelumnya, air membutuhkan waktu tiga hari untuk surut. Ia menilai penyebab utama banjir bukan hanya hujan deras, tetapi juga drainase yang tidak berfungsi.

BACA JUGA :  Pesawat Sudah Dekat Bandara Tapi Tak Kunjung Mendarat? Ini Penyebab yang Perlu Diketahui

“Masalah utamanya bukan hanya hujan. Tapi saluran drainase di Jalan Raya Cogreg itu tidak ada atau tidak berfungsi. Air dari jalan langsung masuk ke halaman sekolah yang memang letaknya lebih rendah dari badan jalan,” jelasnya.

Upaya mitigasi telah dilakukan pihak sekolah, termasuk pembuatan sumur resapan dan langkah-langkah pencegahan lainnya. Namun, Indriana meminta perlunya perhatian serius dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

“Kami juga berharap adanya bantuan untuk perbaikan infrastruktur sekolah,” tambahnya.

BACA JUGA :  Kontingen Pelajar Kota Bogor Rajai POPWILDA I Jawa Barat

Camat Parung, Adhi Nugraha, menegaskan bahwa kondisi banjir ini dipicu oleh rendahnya posisi sekolah dibandingkan jalan serta minimnya fasilitas drainase.

“Pertama, posisi sekolah lebih rendah dari jalan. Kedua, kurangnya sumur resapan. Dan yang paling krusial, tidak ada saluran drainase di sepanjang Jalan Raya Cogreg,” ujarnya.

Sebagai solusi sementara, Adhi menyarankan sekolah memperbanyak sumur resapan. Ia juga menyebut, pihaknya telah mengajukan pembangunan drainase sepanjang 700 meter melalui Musrenbang.

“Kami harap pengajuan ini bisa segera terealisasi untuk mencegah banjir di masa depan,” ujarnya.

Bagi Halaman

Editor : Bas

Wartawan : Rifki Ramadhan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================