BOGORTODAY.COM – Para pemimpin Arab dan Muslim menyerukan peninjauan ulang hubungan diplomatik serta ekonomi dengan Israel.
Seruan ini muncul setelah serangan mematikan Israel di Doha, Qatar, yang diklaim menargetkan pemimpin senior Hamas saat proses perundingan gencatan senjata tengah berlangsung.
Pertemuan darurat yang digelar Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Doha pada Senin (15/9/2025) itu dihadiri hampir 60 negara.
Dalam pernyataan bersama, mereka mendesak negara-negara anggota untuk mengambil langkah hukum maupun politik yang dapat menekan Israel, termasuk meninjau kembali hubungan diplomatik, kerja sama ekonomi, hingga memulai proses hukum internasional terhadap Israel.
Dampak Jika Israel Dikucilkan
Pakar hubungan internasional dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Teuku Rezasyah, menilai Israel akan menerima sejumlah konsekuensi serius bila negara-negara Arab dan Muslim benar-benar memutus hubungan.
- Terkucil di Kawasan Regional
Menurut Rezasyah, Israel berisiko terkucil di lingkungannya sendiri. “Pengucilan ini dapat secara perlahan meluas ke berbagai belahan bumi,” ujarnya. - Citra Internasional Memburuk
Pemutusan hubungan tersebut dapat membentuk citra Israel sebagai negara yang membahayakan dan mengancam perdamaian dunia. Negara lain pun bisa menjauhi Israel, baik secara diplomatis maupun politik. - Industri Pariwisata Terpuruk
Israel sangat bergantung pada kunjungan wisatawan asing. Jika hubungan dengan negara-negara Arab dan Muslim kandas, potensi runtuhnya pariwisata terbuka lebar. Hal ini juga bisa menimbulkan rasa tidak aman bagi warga Israel saat bepergian ke luar negeri. - Perdagangan Terganggu
Putusnya hubungan diplomatik membuat perdagangan Israel dengan negara-negara Arab harus melalui pihak ketiga. Alhasil, harga barang di Israel bisa melonjak. “Harga barang yang serba mahal memicu terjadinya demonstrasi,” kata Rezasyah. - Pembatalan Perjanjian Bilateral
Banyak perjanjian kerja sama diprediksi akan dibatalkan sepihak oleh mitra internasional Israel, sehingga menambah isolasi. - Tekanan HAM Meningkat
Israel juga diprediksi akan makin tertekan akibat sorotan terhadap isu hak asasi manusia. “Israel membutuhkan energi luar biasa untuk memulihkan nama baiknya yang dianggap tercemar, terutama soal hak asasi manusia,” jelas Rezasyah. - Tekanan atas Status Dwi-Kewarganegaraan
Negara-negara lain kemungkinan akan mengkritik serta menekan pihak yang memberi status kewarganegaraan ganda bagi penduduk Israel.
Tekanan Global Meningkat
Situasi ini memperlihatkan potensi pergeseran geopolitik di kawasan. Jika benar terjadi pemutusan hubungan, Israel tidak hanya menghadapi isolasi di Timur Tengah, tetapi juga dampak ekonomi domestik yang signifikan, mulai dari kenaikan harga, protes publik, hingga hilangnya mitra strategis.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















