
Asep menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai Rp 70 juta. Saat ini, pihak desa masih melakukan pendataan untuk laporan ke pemerintah kecamatan dan dinas terkait.
“Kami masih mendata kejadian ini, sebagai bahan laporan ke dinas terkait melalui pemerintah kecamatan,” jelasnya.
Menanggapi kondisi cuaca ekstrem, Kasi Trantibum Kecamatan Cigombong, Widodo, mengimbau masyarakat agar selalu waspada, terutama bagi warga yang tinggal di perbukitan atau bantaran sungai.
“Kami juga menghimbau warga untuk tetap waspada, karena cuaca sulit diprediksi. Utamakan keselamatan keluarga,” pesan Widodo.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa wilayah Bogor dan sekitarnya masih berpotensi mengalami hujan deras disertai angin kencang hingga akhir September 2025.
Editor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















