
BOGORTODAY.COM – Rakyat sipil di perbatasan Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor-Tangerang menyatakan siap mengawal penegakan aturan jam operasional truk tambang.
Salah satu warga, Lucky Firmansyah, yang sempat menggeruduk sejumlah anggota Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor, menegaskan kesiapannya untuk memastikan aturan ditegakkan.
“Kita siap mengawal supaya tetap ditegakkan aturan. Apa langkah saya ini benar, jadi apapun risikonya saya siap,” kata Lucky, Kamis (18/9/2025).
Lucky mengaku mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Tangerang, Organisasi Masyarakat (Ormas), dan Karang Taruna desa setempat, baik secara langsung maupun melalui media sosial dan WhatsApp.
Ia menjelaskan aksi peneguran terhadap anggota Dishub dilakukan sebagai tindak lanjut keluhan warga yang terdampak kemacetan akibat penumpukan truk tambang.
“Kita memperjuangkan hak laporan warga. Kita juga tidak selalu menuntut mereka tidak bekerja, yang penting tidak terjadi penumpukan atau kemacetan di jalan,” jelasnya.
Lucky mengajak seluruh pihak untuk bekerja sama menegakkan aturan jam operasional truk tambang agar menghindari risiko kecelakaan.
“Itu bukan pekerjaan mudah karena di lapangan sendiri kita merasakan, ada supir ugal yang hampir menabrak,” ujarnya.
Berdasarkan video yang beredar di media sosial, setelah penggrudukan terhadap personel Dishub dan penolakan truk tambang yang melanggar jam operasional, arus lalu lintas di lokasi tersebut dapat kembali lancar.
Bagi HalamanEditor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















