
BOGORTODAY.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor mulai menerapkan strategi baru dalam pengelolaan sampah tanpa mengandalkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga.
Kepala DLH, Teuku Mulya, mengatakan perubahan dilakukan bertahap, dimulai dari kantor-kantor pemerintah, kemudian diperluas ke sekolah, perumahan, pasar, dan kawasan industri. Program ini menggunakan bank sampah untuk memisahkan sampah organik, kertas, plastik, dan multilayer agar bisa dimanfaatkan kembali.
“Multilayer, seperti bungkus makanan dan snack, bisa diolah menjadi RDF, yang digunakan sebagai bahan bakar di pabrik semen,” ujar Teuku.
Teuku menegaskan bahwa perubahan pola pengelolaan sampah membutuhkan waktu dan kesadaran masyarakat, seperti yang dilakukan Jepang selama 50 tahun untuk membangun mindset pengelolaan sampah.
Bagi HalamanEditor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















