Stok BBM Shell di Gunung Putri Kosong, Konsumen Beralih ke Pertalite

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan kelangkaan BBM Shell bukan karena keterbatasan impor.

Ia menyebut pemerintah telah memberikan tambahan kuota impor untuk SPBU swasta pada 2025.

“Jadi sangatlah tidak tepat kalau dikatakan kuota impornya tidak diberikan. Contoh, 2024 si perusahaan A mendapat 1 juta kiloliter, di 2025 kita memberikan kuota impor 1,1 juta kiloliter atau naik 10 persen,” ujar Bahlil seperti dikutip dari akun instagram @infodepok_id

BACA JUGA :  Beasiswa AGRTPS 2026 Resmi Dibuka, Mahasiswa Indonesia Berkesempatan Kuliah Riset di Australia dengan Pendanaan Penuh

Ia meminta SPBU swasta berkolaborasi dengan Pertamina apabila menghadapi kendala distribusi.

Sementara itu, melansir dari liputan6.com President Director and Managing Director Mobility Shell Indonesia Ingrid Siburian menyampaikan bahwa perusahaan melakukan penyesuaian operasional akibat keterbatasan pasokan BBM jenis bensin.

“Kami melakukan penyesuaian kegiatan operasional di jaringan SPBU Shell selama produk BBM jenis bensin tidak tersedia secara lengkap, termasuk penyesuaian jam operasional dan tim yang bertugas melayani pelanggan,” kata Ingrid.

BACA JUGA :  Timnas Indonesia U-19 Hadapi Timor Leste Malam Ini, Garuda Muda Incar Tiket Semifinal AFF U-19 2026

Meski demikian, sejumlah layanan di SPBU Shell seperti Shell Select, bengkel, pelumas, hingga pengisian daya kendaraan listrik (Shell Recharge) tetap beroperasi. Untuk BBM jenis Shell Super, konsumen masih dapat memperolehnya di sejumlah SPBU di kawasan Jabodetabek. (CR4)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Bas

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================