
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan kelangkaan BBM Shell bukan karena keterbatasan impor.
Ia menyebut pemerintah telah memberikan tambahan kuota impor untuk SPBU swasta pada 2025.
“Jadi sangatlah tidak tepat kalau dikatakan kuota impornya tidak diberikan. Contoh, 2024 si perusahaan A mendapat 1 juta kiloliter, di 2025 kita memberikan kuota impor 1,1 juta kiloliter atau naik 10 persen,” ujar Bahlil seperti dikutip dari akun instagram @infodepok_id
Ia meminta SPBU swasta berkolaborasi dengan Pertamina apabila menghadapi kendala distribusi.
Sementara itu, melansir dari liputan6.com President Director and Managing Director Mobility Shell Indonesia Ingrid Siburian menyampaikan bahwa perusahaan melakukan penyesuaian operasional akibat keterbatasan pasokan BBM jenis bensin.
“Kami melakukan penyesuaian kegiatan operasional di jaringan SPBU Shell selama produk BBM jenis bensin tidak tersedia secara lengkap, termasuk penyesuaian jam operasional dan tim yang bertugas melayani pelanggan,” kata Ingrid.
Meski demikian, sejumlah layanan di SPBU Shell seperti Shell Select, bengkel, pelumas, hingga pengisian daya kendaraan listrik (Shell Recharge) tetap beroperasi. Untuk BBM jenis Shell Super, konsumen masih dapat memperolehnya di sejumlah SPBU di kawasan Jabodetabek. (CR4)
Editor : Bas
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














