
Sementara itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, juga meluruskan kabar soal kelangkaan BBM.
Ia menegaskan bahwa pemerintah telah menambah alokasi volume BBM untuk SPBU swasta sebesar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Laode mengakui adanya pergeseran tren konsumsi dari BBM subsidi ke nonsubsidi dengan kadar oktan lebih tinggi (RON 92 ke atas).
Pergeseran konsumsi ini diperkirakan sudah mencapai 1,4 juta kilo liter dan menjadi salah satu alasan stok BBM di SPBU swasta terlihat menipis.
“Ada shifting. Jadi masyarakat kita tidak selalu menggantungkan diri pada BBM subsidi, tapi beralih ke BBM nonsubsidi. Itu yang perlu dicatat,” ungkap Laode pada Selasa (9/9).
Dorongan Kolaborasi
Untuk mengatasi tipisnya stok di SPBU swasta, Kementerian ESDM mendorong mereka melakukan pembelian langsung dari Pertamina.
Pemerintah menilai langkah ini dapat menjaga stabilitas pasokan sekaligus memperkuat sinergi antara perusahaan migas nasional dengan pelaku usaha swasta.
Dengan demikian, baik Pertamina maupun Kementerian ESDM sepakat bahwa isu monopoli dan kelangkaan BBM tidak benar.
Pemerintah memastikan pasokan BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi, tetap aman dengan mekanisme alokasi yang telah ditingkatkan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















