Israel Rampungkan Pengembangan Senjata Laser Iron Beam, Siap Perkuat Pertahanan Udara

Salah satu keterbatasannya adalah ketidakmampuan beroperasi optimal dalam kondisi cuaca berawan atau buruk.

Efisiensi Biaya

Teknologi laser dipandang sebagai alternatif murah dibandingkan sistem rudal konvensional. Jika satu kali pencegatan Iron Dome dapat menelan biaya puluhan ribu dolar AS, Iron Beam diklaim hanya membutuhkan kurang dari US$ 5 (sekitar Rp 83.000) per tembakan.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyebut pencapaian ini sebagai terobosan besar. Ia memuji Iron Beam sebagai sistem yang mampu memberikan “pencegatan cepat, tepat sasaran, dengan biaya marginal yang mampu mengubah persamaan ancaman.”

BACA JUGA :  Wabup Jaro Ade Minta Semua Pihak Jaga Kawasan Gunung Salak

Konteks Konflik dan Kemandirian Pertahanan

Sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan ribuan orang dan memicu perang multi-front, Israel menghadapi gelombang serangan besar berupa puluhan ribu proyektil. Situasi ini mempercepat upaya pengembangan sistem pertahanan baru yang lebih efektif dan ekonomis.

BACA JUGA :  Mengapa Banyak Orang Mulai Menghindari Berita? Mengenal Fenomena News Fatigue dari Sisi Psikologi

Pengumuman ini juga datang setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menekankan pentingnya kemandirian keamanan Israel di tengah meningkatnya isolasi internasional.

Dengan Iron Beam, Israel mengklaim sebagai negara pertama yang berhasil membawa senjata laser pertahanan ke tahap operasional, sementara status proyek negara lain masih belum jelas.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================