
Menurut Purbaya, terdapat masuknya sejumlah rokok ilegal dari China ke pasar domestik. Praktik perdagangan ilegal tersebut, kata dia, terus menekan industri rokok lokal hingga berpotensi “membunuh” pelaku usaha yang sah.
Karena itu, pemerintah akan menindak tegas peredaran rokok ilegal atau produk palsu demi menjaga sektor yang selama ini menyumbang triliunan rupiah melalui penerimaan cukai.
“Pasar mereka saya lindungi, dalam pengertian, yang online-online, yang (rokok) palsu itu saya larang… Hati-hati mereka yang palsu-palsu, akan kita mulai kejar satu-satu!” tegas Purbaya.
Pernyataan Menkeu ini membuka ruang bagi diskusi lebih jauh mengenai keseimbangan tujuan kesehatan publik dan keberlanjutan ekonomi.
Di satu sisi, cukai tinggi merupakan instrumen pengendalian konsumsi tembakau dan sumber penting penerimaan negara; di sisi lain, kebijakan yang terlalu kaku berisiko mendorong pasar gelap dan merugikan tenaga kerja serta pengusaha lokal.
Langkah selanjutnya yang dinanti pelaku industri dan pengamat fiskal adalah detail kebijakan yang akan diambil Purbaya: apakah akan ada peninjauan struktur tarif, intensifikasi penindakan terhadap rokok ilegal, atau kombinasi kebijakan yang mempertahankan tujuan kesehatan sambil melindungi perekonomian domestik.
Kunjungan Menteri Keuangan ke Jawa Timur dipandang sebagai awal penting untuk merumuskan langkah tersebut berdasarkan kondisi riil di lapangan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















