
Ia menambahkan, petugas sebenarnya telah memasang plang larangan berenang di setiap bibir sungai, termasuk di lokasi hanyutnya kedua pelajar tersebut.
“Dari BPBD sudah memasang plang larangan berenang. Namun kembali lagi ke pengawasan kita semua. Tokoh masyarakat, orang tua, dan semuanya mudah-mudahan saling mengingatkan. Meskipun takdir Tuhan tidak ada yang tahu,” ungkapnya.
Selain itu, Jenal Mutaqin juga menyampaikan terima kasih kepada petugas gabungan dari BPBD, Tim SAR, Dinas Pemadam Kebakaran, kepolisian, TNI, serta masyarakat yang terlibat dalam pencarian korban.
“Untuk masyarakat yang membantu evakuasi selama empat jam, saya ucapkan terima kasih. Semoga mereka semua diberikan kesehatan sehingga tetap prima dalam melayani,” tutup Jenal Mutaqin.
Diketahui sebelumnya, MZ dan R hanyut saat berenang di Sungai Cisadane pada Jumat (19/9/2025) sore.
Setelah dilakukan pencarian selama sekitar empat jam, kedua korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dalam keadaan berpelukan.
Editor : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















