127 Rumah dan Bangunan Mushola di Leuwiliang Rusak Akibat Gempa Sukabumi Magnitudo 4,0

Gempa
Ratusan rumah di Kampung Cianten, Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,0 yang mengguncang wilayah Sukabumi dan sekitarnya, Sabtu (20/9/2025) malam. (Foto: BogorToday/Ilham Ary)

BOGORTODAY.COM — Ratusan rumah di Kampung Cianten, Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,0 yang mengguncang wilayah Sukabumi dan sekitarnya, Sabtu (20/9/2025) malam.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa utama terjadi pada pukul 23.47 WIB dengan pusat di darat, kedalaman tujuh kilometer, tepatnya di Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi. Gempa ini dipicu aktivitas sesar aktif dangkal dengan mekanisme geser (strike-slip fault).

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyebutkan rentetan gempa pada 20–21 September 2025 memicu kekhawatiran warga Kabupaten Sukabumi hingga Kabupaten Bogor.

BACA JUGA :  Mengapa Tawon Sering Membuat Sarang di Rumah? Kenali Faktor yang Menarik Kehadirannya

Di Kabupaten Bogor, Kapolsek Leuwiliang Kompol Maryanto mengonfirmasi data sementara terdapat 127 rumah mengalami kerusakan ringan, satu diantara rusak berat, serta satu mushola terdampak.

Gempa yang mengakibatkan beberapa rumah yang ada dikampung Cianten mengalami kerusakan ada kurang lebih 127 rumah terkena dampak ringan. 1 rumah berat dan 1 lagi bangunan mushola,” kata Kompol Maryanto, Senin (22/9/2025).

Kompol Maryanto mengatakan, sejumlah personil telah diterjunkan untuk melakukan assessment dilokasi. Yakni terdiri dari petugas gabungan kecamatan Leuwiliang.

BACA JUGA :  4 Area Rumah yang Wajib Dibersihkan Setiap Minggu Agar Tetap Nyaman dan Sehat

“Setelah mendapatkan laporan daripada warga yang disini kami bersama tim bersama BPDB Forkompimcam kecamatan Leuwliang Langsung turun ke TKP sejak semalam dengan kekuatan 40 Personil, “ucapnya.

Maryanto menambahkan, warga masih merasakan gempa susulan. Kondisi itu membuat sebagian besar penduduk memilih mendirikan tenda di samping rumah karena khawatir terjadi gempa berikutnya.

“Kalau untuk gempa susulan terjadi ada makanya warga sini tidak mau tinggal dirumahnya. Dia mendirikan tenda disamping rumahnya,” tandasnya.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Wartawan : Ilham Ariyansyah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================