Singapura Bersiap Jalankan Robotaxi Tanpa Sopir pada 2026

BOGORTODAY.COM Singapura selangkah lebih dekat menuju era transportasi tanpa sopir. Dua perusahaan robotaxi asal China, WeRide Inc. dan Pony AI Inc., resmi menjalin kemitraan dengan perusahaan transportasi lokal Grab Holdings Ltd. serta ComfortDelGro Corp. untuk menghadirkan layanan taksi otonom di Negeri Singa.

Langkah ini menjadikan Singapura sebagai salah satu kota pertama di Asia Tenggara yang mengoperasikan robotaxi, memanfaatkan keunggulannya sebagai kota dengan sistem peta terperinci terbaik di dunia.

Uji Coba Dimulai September 2025

Mengutip Bloomberg, WeRide bersama Grab akan memulai uji coba armada berisi 11 kendaraan di kawasan Punggol pada bulan ini.

Uji coba ini berlangsung di dua rute sepanjang 10 dan 12 kilometer. Jika berjalan lancar, layanan penuh ditargetkan mulai beroperasi pada awal 2026.

BACA JUGA :  Beasiswa BCA 2027 Resmi Dibuka, Simak Syarat dan Beragam Fasilitas yang Ditawarkan

Sementara itu, Pony AI yang bermitra dengan ComfortDelGro juga akan meluncurkan layanan dalam beberapa bulan ke depan, setelah seluruh izin regulasi dipenuhi. Mereka mendapat rute sepanjang 12 kilometer di kawasan yang sama.

Dukungan Pemerintah Singapura

Kerja sama ini sejalan dengan kebijakan pemerintah. Pada Juni 2025 lalu, Kementerian Transportasi Singapura mengumumkan rencana mengoperasikan kendaraan otonom di wilayah perumahan umum pada akhir tahun.

Target jangka panjangnya adalah mengintegrasikan robotaxi ke dalam jaringan transportasi publik nasional.

Ekspansi Global Perusahaan Robotaxi China

BACA JUGA :  Wakil Bupati Bogor Tepis Tudingan Intervensi Proses SHGB PT BSS

WeRide dan Pony AI bukan pemain tunggal di pasar ini. Kompetitornya, Apollo Go milik Baidu Inc., juga tengah mempersiapkan ekspansi ke Singapura dan Malaysia pada tahun ini.

Ketiga perusahaan ini, yang sebagian besar terdaftar di bursa saham AS, kini gencar memperluas pasar ke Timur Tengah, Eropa, hingga Asia Tenggara.

Menuju Masa Depan Transportasi

Hadirnya robotaxi di Singapura menjadi tonggak penting bagi transformasi mobilitas perkotaan di kawasan.

Jika berhasil, model ini bisa menjadi blueprint bagi negara lain di Asia Tenggara untuk mengintegrasikan teknologi kendaraan otonom ke dalam sistem transportasi publik.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================