
BOGORTODAY.COM – Warga Kampung Cianten, Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, mulai menduga penyebab seringnya gempa bumi yang mengguncang wilayah mereka berhubungan dengan aktivitas pengeboran perusahaan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di kaki Gunung Salak.
Kecurigaan warga tersebut muncul karena getaran gempa yang dirasakan hampir selalu terjadi menjelang akhir tahun, dengan pola berulang setiap tahunnya.
“Sering terjadi hampir tiap tahun dan kejadiannya pada akhir tahun lagi,” ujar Hasan, warga Kampung Cianten, Senin (22/9/2025).
Hasan mengatakan, meski penyebab pastinya belum jelas, masyarakat kerap menyoroti aktivitas perusahaan PLTU yang beroperasi di sekitar kawasan tersebut.
“Kalau penyebabnya mah saya juga belum tahu, cuman ketika ada seperti ini orang-orang selalu menyoroti start energy,” ungkapnya.
Ia menuturkan, dirinya yang sudah puluhan tahun tinggal di wilayah itu merasa adanya perbedaan pola gempa dibandingkan dengan masa lalu.
“Saya di sini sudah 67 tahun. Kalau orang tua dulu katakanlah lini (gempa), kalau sekarang kok tiap tahun. Terus tiap hari menjelang akhir tahun lagi,” tuturnya.
Meski demikian, warga masih mempertanyakan kebenaran adanya pengeboran di sekitar Gunung Salak.
“ Katanya (ada pengeboran), tapi belum ada jawab lagi,” pungkasnya.
Bagi HalamanEditor : Ilham Ariyansyah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















