Warga Cianten Kaitkan Gempa dengan Aktivitas Pengeboran di Kaki Gunung Salak, Benarkah?

Petugas mendirikan posko darurat disekitar Kampung Cianten. Dampak gempa yang terjadi pada Minggu (21/9/2025) dok: Ilham Ariyansyah -Bogortoday

BOGORTODAY.COM – Warga Kampung Cianten, Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, mulai menduga penyebab seringnya gempa bumi yang mengguncang wilayah mereka berhubungan dengan aktivitas pengeboran perusahaan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di kaki Gunung Salak.

Kecurigaan warga tersebut muncul karena getaran gempa yang dirasakan hampir selalu terjadi menjelang akhir tahun, dengan pola berulang setiap tahunnya.

“Sering terjadi hampir tiap tahun dan kejadiannya pada akhir tahun lagi,” ujar Hasan, warga Kampung Cianten, Senin (22/9/2025).

BACA JUGA :  Hari Lahir Pancasila, Bupati Bogor Tegaskan Pentingnya Persatuan dan Kebhinekaan

Hasan mengatakan, meski penyebab pastinya belum jelas, masyarakat kerap menyoroti aktivitas perusahaan PLTU yang beroperasi di sekitar kawasan tersebut.

“Kalau penyebabnya mah saya juga belum tahu, cuman ketika ada seperti ini orang-orang selalu menyoroti start energy,” ungkapnya.

Ia menuturkan, dirinya yang sudah puluhan tahun tinggal di wilayah itu merasa adanya perbedaan pola gempa dibandingkan dengan masa lalu.

BACA JUGA :  7 Ciri Orang Berjiwa Tua, Lebih Menyukai Makna Hidup daripada Tren Sesaat

“Saya di sini sudah 67 tahun. Kalau orang tua dulu katakanlah lini (gempa), kalau sekarang kok tiap tahun. Terus tiap hari menjelang akhir tahun lagi,” tuturnya.

Meski demikian, warga masih mempertanyakan kebenaran adanya pengeboran di sekitar Gunung Salak.

“ Katanya (ada pengeboran), tapi belum ada jawab lagi,” pungkasnya.

Bagi Halaman

Editor : Ilham Ariyansyah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================