BOGORTODAY.COM – Warga Kampung Cianten, Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, terus dihantui rasa waswas akibat rentetan gempa bumi yang mengguncang wilayah Sukabumi dan sekitarnya pada akhir pekan lalu.
Gempa pertama berkekuatan magnitudo 4,0 terjadi pada Sabtu malam (20/9/2025), disusul getaran susulan keesokan harinya, Minggu (21/9/2025). Getaran yang berulang membuat warga khawatir keselamatan rumah dan keluarga mereka.
Warga Kampung Cianten, Hasan menuturkan, hampir setiap jam getaran terasa menjelang akhir tahun ini. Ia menjelaskan gempa yang besar dirasakan pada saat Minggu kemarin. Hingga membuat rumah warga hampir ambruk.
“Setiap hari, setiap malam. Yang besar itu malam Minggu sama kemarin sore, sampai rumah mau ambruk. Gempa susulan ini paling lambat satu jam sekali kalau yang besar, tapi kalau kecil-kecil bisa sampai tiga kali dalam sejam,” ungkapnya, Minggu (21/9/2025).
Hasan mengaku ketakutan semakin besar ketika malam tiba. Sebagian warga memilih mengungsi ke tempat lebih tinggi, sementara lainnya tetap siaga di rumah.
“Khawatirlah, apalagi kalau ada yang mau roboh, bagaimana coba. Kalau malam, ada yang mengungsi, ada juga yang berjaga di rumah,” katanya.
Ia menambahkan, sebelum gempa, warga biasanya mendengar suara gemuruh dari bawah tanah. Hingga disusulan getaran yang membuat warga panik.
“Kalau mau ada getaran biasanya ada suara dulu, gemuruh dari bawah. Beda dengan gempa laut yang langsung goyang,” ujarnya.
Hasan menungkapkan, kejadian gempa di wilayah tersebut bukan kali pertama. Gempa bahkan kerap terjadi setiap tahun, terutama menjelang akhir tahun.
“Sering terjadi hampir tiap tahun dan kejadiannya pada akhir tahun lagi,” ungkapnya.
Sementara, Kapolsek Leuwiliang Kompol Maryanto mengonfirmasi data sementara terdapat 127 rumah mengalami kerusakan ringan, satu diantara rusak berat, serta satu mushola terdampak.
“Gempa yang mengakibatkan beberapa rumah yang ada dikampung Cianten mengalami kerusakan ada kurang lebih 127 rumah terkena dampak ringan. 1 rumah berat dan 1 lagi bangunan mushola,” kata Kompol Maryanto, Senin (22/9/2025).
Kompol Maryanto mengatakan, sejumlah personil telah diterjunkan untuk melakukan assessment dilokasi. Yakni terdiri dari petugas gabungan kecamatan Leuwiliang.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Wartawan : Ilham Ariyansyah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















