Kasus Dugaan Pelecehan Anak di Rancabungur Jalan di Tempat, Kapolsek Angkat Bicara

BOGORTODAY.COM –  Kasus dugaan pelecehan anak di bawah umur kembali mencuat di Kabupaten Bogor. Peristiwa tersebut disebut terjadi di Kecamatan Rancabungur dan ramai diperbincangkan setelah sebuah video singkat beredar di media sosial.

Dalam video itu, seorang perempuan yang mengaku sebagai keluarga korban menyampaikan keluhannya kepada Gubernur Jawa Barat. Ia meminta agar kasus tersebut segera ditindaklanjuti karena pelaku disebut telah melarikan diri.

“Bapak Gubernur yang saya hormati, mohon ditindaklanjuti kasus ini karena kami sebagai warga merasa resah,” ujar perempuan tersebut dalam video yang beredar, Selasa (23/9/2025)

BACA JUGA :  Tragedi di Jasinga, Wabup Bogor Minta Kasus Dugaan Gigitan Anjing Diusut Transparan

Ia menjelaskan, laporan sudah disampaikan ke pemerintah desa, Polsek, hingga Polres setempat. Pihak keluarga juga telah melakukan visum dan pemeriksaan psikologis terhadap korban. Namun, menurut pengakuannya, hingga lebih dari satu bulan, laporan itu belum mendapat tindak lanjut hukum.

“Hasil visum sudah ada, tetapi pihak kepolisian belum menindaklanjuti terhadap pelaku,” ungkapnya.

Perempuan itu menambahkan, warga sekitar merasa khawatir karena terduga pelaku diduga memiliki kecenderungan perilaku menyimpang yang membahayakan anak-anak.

BACA JUGA :  Inspektorat Kabupaten Bogor Tunggu Kabar Polres soal Dugaan Jual Beli Jabatan

Terpisah, Kapolsek Rancabungur, Iptu Aziz Hidayat, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan upaya penanganan dalam kasus dugaan pelecehan anak di bawah umur di wilayahnya.

Menurutnya, polisi sempat menenangkan keluarga korban yang emosional dan hampir melakukan tindakan main hakim sendiri.

“Awalnya keluarga korban sempat emosional, kemudian kami tenangkan di kantor desa. Setelah itu kami arahkan untuk membuat laporan ke Polres Bogor, karena kasus ini melibatkan anak di bawah umur berusia enam tahun,” ujar Aziz.

Bagi Halaman

Editor : Bas

Wartawan : Rifki Ramadhan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================