
Dedie juga menyoroti inovasi berbasis limbah. “Ada limbah Virgin Coconut Oil (VCO) yang dijadikan sambal. Biasanya VCO untuk menurunkan kolesterol, tapi kreativitas anak-anak ini bisa menghasilkan produk unik dan bernilai ekonomi jika dikemas dengan baik,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bapperida Kota Bogor, Rudi Mashudi, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun ekosistem inovasi di Kota Bogor.
“BIA kali ini merupakan yang keenam sejak dimulai pada 2019. Pemerintah berupaya memfasilitasi inovasi dan kreativitas masyarakat. Tahun ini, kategori peserta meliputi SMP sederajat, SMA sederajat, perguruan tinggi, masyarakat umum, dan ASN,” jelasnya.
Rudi menambahkan, inovasi tahun ini banyak berawal dari keresahan masyarakat terhadap persoalan nyata. Untuk mendukung kualitas inovasi, pelajar diberikan bimbingan teknis melalui program Student Entrepreneurship Project (STEP), sementara masyarakat bekerja sama dengan Science Technology Park (STP IPB) agar produk makanan yang dihasilkan aman dan layak dikonsumsi.
“Kategori inovasi meliputi lingkungan hidup, energi terbarukan, ekonomi kreatif, dan berbagai persoalan kota. Peserta meningkat dari 204 pada tahun lalu menjadi 290 tahun ini, bahkan pada 2016 hanya 84 peserta. Ini menunjukkan tren peningkatan kreativitas masyarakat Bogor setiap tahunnya,” pungkas Rudi.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















