
Proses pembuatan semir ini cukup sederhana. Sebanyak 15 gram kulit pisang kepok dipanggang selama 20 menit pada suhu 60–100 derajat Celsius. Setelah kering, kulit pisang diblender hingga halus dan disaring.
“Hasil saringan kemudian dicampur dengan lidah buaya dan alkohol 70 persen, lalu diblender kembali. Campuran tersebut dipanggang lagi untuk mengeluarkan minyaknya, dipres, dan akhirnya dikemas menjadi semir sepatu,” jelasnya.
Tak hanya berinovasi, ketiga siswa ini juga sudah mencoba memasarkan produk mereka. Semir sepatu berbahan kulit pisang tersebut dijual dengan harga Rp8 ribu melalui toko-toko, warung, hingga promosi di media sosial.
“Kami berharap semir yang kami buat ini bisa bersaing bahkan mengalahkan merek semir yang sudah ada,” pungkasnya.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















