
“Biasanya anak-anak sekolah, masih muda semua. Jarang yang sudah dewasa,” tambahnya.
Dalam bentrokan itu, para pemuda disebut menggunakan senjata tajam seperti celurit, benda tumpul berupa tongkat, batu, hingga sepeda motor untuk menyerang lawan. Lokasi yang jauh dari pemukiman membuat aksi sulit dilerai dan berlangsung cukup lama.
“Banyak yang bawa senjata. Ada celurit, tongkat, bahkan motor dipakai buat nabrak,” ungkap Sulaiman.
Warga mendesak pihak sekolah, orang tua, dan aparat kepolisian untuk meningkatkan pengawasan serta melakukan pencegahan agar konflik antar remaja tidak berulang.
“Kalau bisa, pihak sekolah duduk bareng cari solusi. Jangan sampai anak-anak terus jadi korban,” kata Sulaiman. (CR4)
Editor : Bas
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















