Kisah Angga, Mantan Office Boy yang Kini Jadi Pengusaha Perumahan Beromzet Puluhan Miliar

Angga
Angga Budi Kusuma Pengusaha perumahan subsidi saat menghadiri akad massal di Perumahan Pesona Kahuripan 10 Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto : CR4/Bogor Today.

BOGORTODAY.COMAngga Budi Kusuma membuktikan bahwa kesuksesan tak selalu dimulai dari atas. Delapan tahun lalu, ia hanya seorang office boy yang tidur di lantai. Kini, ia mengelola ribuan unit rumah subsidi dengan omzet puluhan miliar rupiah.

Pagi itu, Perumahan Pesona Kahuripan 10 di Cileungsi, Bogor, dipenuhi kerumunan warga. Presiden Prabowo Subianto hadir dalam acara Akad Kredit Massal KPR FLPP yang digelar serentak di 100 titik di 33 provinsi. Total nilai kredit yang diangkat mencapai Rp26 miliar dalam sehari, menjadi rekor baru pembiayaan rumah rakyat.

Di antara kerumunan itu, berdiri Angga Budi Kusuma. Pria berusia 30-an tahun itu bukan sekadar tamu undangan. Ia adalah tuan rumah, pengembang perumahan tempat acara nasional berlangsung. Yang membuatnya terharu, namanya disebut langsung oleh Presiden dalam pidato kenegaraan.

BACA JUGA :  Tidak Terprovokasi, Seluruh Kepala Desa di Kecamatan Cijeruk dan Cigombong Kompak Jaga Kondusifitas Kabupaten Bogor 

“Delapan tahun lalu tidur di lantai, sekarang menghasilkan Rp20 miliar per tahun secara jujur. Ini luar biasa. Ini masa depan Indonesia,” ujar Prabowo.

Angga tak menyangka perjalanan hidupnya akan menjadi sorotan publik. “Bangga sekali. Apalagi yang hadir langsung Presiden. Ini luar biasa,” katanya.

Delapan tahun silam, Angga hanyalah seorang office boy. Pekerjaannya sederhana, menyiapkan ruang rapat, mengantar dokumen, membuat kopi untuk atasan. Gajinya pas-pasan. Bahkan untuk menyewa kamar kos pun ia kesulitan.

BACA JUGA :  Perbandingan Mobil Hybrid dan Mobil Listrik: Kelebihan, Kekurangan, dan Pertimbangan Sebelum Membeli

“Saya dulu tidur di lantai kantor. Tidak punya apa-apa,” kenang Angga.

Namun, ia tak pernah mengeluh. Sebaliknya, ia menjadikan keterbatasan sebagai motivasi untuk bekerja lebih keras.

“Saya senang membantu orang. Apa pun tugas yang diberikan, saya lakukan dengan sepenuh hati,” ujarnya.

Sikap itu tak luput dari perhatian atasannya. Satu per satu, tanggung jawab baru datang kepadanya. Dari urusan administrasi sederhana hingga pengelolaan proyek perumahan. Angga tak pernah menolak.

“Saya tidak pernah memilih pekerjaan. Apa pun yang bisa saya lakukan, saya lakukan. Dan ternyata itulah yang membawa saya ke titik ini,” tuturnya.

Editor : Bas

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================