
Ia menegaskan, seluruh dapur MBG yang dikelola yayasannya telah memenuhi standar Badan Gizi Nasional (BGN), dengan pengawasan ketat dari kepala dapur, ahli gizi, dan akuntan.
“Kami ingin mengubah narasi negatif soal dapur MBG. Faktanya, di dapur pertama yang sudah berjalan 1,5 bulan, banyak anak-anak mengirimkan surat terima kasih. Ini bukti program MBG benar-benar memberi dampak sosial dan ekonomi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua CEO Jawa Barat sekaligus CEO Foodpedia MBG Solutions, Joseph F. Iskandar, mengatakan dapur Pasar Pamoyanan akan mulai beroperasi 2–3 minggu ke depan. Targetnya, sebanyak 3.500 porsi MBG setiap hari, terdiri dari 3.000 porsi untuk siswa dari delapan sekolah di Kecamatan Bogor Selatan, serta 500 porsi tambahan bagi kategori B3 (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita).
Joseph memastikan menu MBG di SPPG Pasar Pamoyanan memenuhi prinsip Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) serta akan dievaluasi rutin.
“Kami terbuka pada masukan dari anak-anak penerima manfaat. Bahkan ada yang kirim ‘surat cinta’ minta menu burger atau spaghetti. Itu menunjukkan antusiasme sekaligus dampak positif program MBG terhadap psikologi dan semangat belajar mereka,” ujarnya.
Terkait anggaran, biaya per porsi MBG ditetapkan Rp15 ribu, sesuai standar BGN. Biaya tersebut sudah mencakup bahan baku, operasional, hingga kompensasi investasi.
“Dengan pengelolaan transparan, anggaran ini sangat cukup. Di dapur sebelumnya, anak-anak bisa makan chicken katsu dan buah anggur hanya dengan Rp10 ribu per porsi,” jelas Joseph.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















