
Pakar kedokteran nuklir dari Georgia Institute of Technology, Steve Biegalski, menambahkan bahwa sumber kontaminasi dapat berasal dari daur ulang peralatan medis lama yang mengandung Cesium-137.
Faktor lain seperti kontainer, truk, kapal, atau metode transportasi yang terpapar radioaktif juga tidak bisa dikesampingkan.
“Kontaminasi jenis ini kemungkinan berasal dari daur ulang peralatan medis lama yang mengandung Cesium-137,” ujar Biegalski.
Respons Pemerintah Indonesia
Pemerintah Indonesia mengaku telah menerima laporan resmi dari AS mengenai temuan terbaru ini. Staf Ahli Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Bara Khrishna Hasibuan, mengatakan pihaknya akan melakukan investigasi lebih lanjut.
“Sebetulnya sudah beberapa hari kami menerima laporan dari AS. Ternyata produk cengkeh juga terkontaminasi. Tapi ini masih laporan awal, jadi kami akan telusuri lebih lanjut sumbernya,” ujar Bara, dikutip dari Antara.
Ia menambahkan bahwa perhatian pemerintah selama ini masih terfokus pada kasus udang, sehingga sumber kontaminasi pada cengkeh masih belum dapat dipastikan.
Ancaman bagi Perdagangan Ekspor
Kasus kontaminasi radioaktif pada dua produk ekspor penting ini menimbulkan kekhawatiran baru bagi hubungan perdagangan Indonesia-AS. Udang dan rempah-rempah merupakan komoditas utama ekspor pangan Indonesia.
Jika investigasi membuktikan adanya kelalaian dalam rantai produksi, dampaknya bisa signifikan terhadap kepercayaan pasar internasional.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















