Waspada! Anak Terlalu Sering Main Gadget Bisa Sebabkan Mata Minus

Gadget
Ilustrasi anak main gadget. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Apakah anak Anda sudah terbiasa menatap layar gadget sejak kecil? Hati-hati, kebiasaan ini bukan hanya dapat memengaruhi perkembangan bicara anak, tetapi juga meningkatkan risiko mata minus (miopia).

Apa Itu Mata Minus?

Mata minus terjadi ketika cahaya yang masuk ke mata tidak jatuh tepat pada retina, melainkan di depannya. Akibatnya, benda-benda yang jauh terlihat buram. Pada anak-anak, kondisi ini bisa muncul akibat:

  • Terlalu lama menatap layar gadget atau televisi
  • Kurangnya aktivitas di luar ruangan
  • Faktor keturunan

Menurut dr. Artha Latief, Dokter Spesialis Mata Bethsaida Hospital Gading Serpong, banyak orang tua tidak menyadari anaknya mengalami gangguan penglihatan ini.

“Pertambahan mata minus akan mengganggu aktivitas belajar maupun perkembangan anak. Pemeriksaan mata rutin sejak dini sangat penting agar dapat dilakukan penanganan yang tepat,” jelas dr. Artha (30/9/2025).

BACA JUGA :  Wakil Bupati Bogor Tepis Tudingan Intervensi Proses SHGB PT BSS

Tanda-Tanda Anak Mulai Mengalami Mata Minus

Orang tua perlu waspada jika anak menunjukkan gejala berikut:

  • Sering menyipitkan mata saat melihat jauh
  • Sering mengedip-ngedipkan mata saat menatap layar
  • Duduk terlalu dekat dengan televisi, layar, atau papan tulis
  • Mengeluh sakit kepala atau mata cepat lelah
  • Sulit melihat jelas dari jarak jauh

Dampak yang Lebih Luas

Mata minus pada anak bukan sekadar masalah penglihatan. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berdampak pada prestasi sekolah, konsentrasi belajar, hingga kualitas hidup. Bahkan, dalam jangka panjang dapat menimbulkan komplikasi serius.

Penanganan Mata Minus pada Anak

Dokter mata memiliki berbagai metode untuk membantu mengendalikan pertambahan minus, tidak hanya dengan kacamata. Penanganan bisa meliputi:

  • Kacamata sesuai kondisi mata anak
  • Obat tetes midriatika Atropine pada kasus tertentu
  • Membatasi screen time dan penggunaan gadget
  • Mengajak anak lebih banyak bermain di luar ruangan
  • Pencahayaan yang cukup saat membaca atau belajar
  • Mode malam atau filter sinar biru di gadget
  • Menghindari tidur dengan lampu menyala
BACA JUGA :  Wabup Jaro Ade Minta Semua Pihak Jaga Kawasan Gunung Salak

Mata minus pada anak semakin banyak ditemukan seiring meningkatnya penggunaan gadget.

Orang tua perlu lebih waspada dengan tanda-tandanya dan segera membawa anak ke dokter spesialis mata jika ada gejala mencurigakan.

Pemeriksaan rutin sejak dini sangat penting agar penanganan bisa tepat, sehingga anak tetap dapat belajar dan tumbuh dengan optimal.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================