
Selain itu, mengutip Science Alert, kemiri juga memiliki senyawa ester phorbol yang bersifat toksik dan dapat menimbulkan efek pencahar kuat, seperti muntah hingga diare.
Tak hanya itu, kemiri juga dapat memicu reaksi alergi bagi sebagian orang. Gejala alergi dapat muncul dalam bentuk ruam kulit, gatal, pembengkakan, hingga gangguan pernapasan.
Meski belum ada standar pasti terkait batas aman konsumsi kemiri, masyarakat disarankan untuk mengonsumsinya dalam jumlah kecil dan tidak dalam bentuk mentah. Pengolahan seperti sangrai atau memasaknya bersama makanan dinilai lebih aman.
Untuk mencegah risiko kesehatan, konsultasi dengan dokter sebelum rutin mengonsumsi kemiri secara langsung juga sangat dianjurkan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















