5 Kesalahan Umum Memakai Spons Cuci Piring yang Bisa Membahayakan Kesehatan

Ilustrasi Spons Cuci Piring. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Spons cuci piring sudah menjadi alat andalan di dapur. Teksturnya yang berongga membuatnya efektif mengangkat kotoran dan noda membandel dari piring, gelas, maupun alat masak.

Namun, di balik kegunaannya, banyak orang tidak sadar bahwa penggunaan spons yang keliru justru bisa membahayakan kesehatan.

Spons merupakan benda yang lembap dan penuh pori, sehingga mudah ditumbuhi bakteri patogen penyebab penyakit.

Bila dibiarkan, spons bisa menjadi sarang mikroorganisme yang menyebarkan bakteri ke seluruh dapur.

Dilansir dari Mashed (18/08/2024), berikut lima kesalahan umum dalam menggunakan spons cuci piring yang perlu dihindari:

  1. Menganggap Spons Selalu Bersih

Banyak orang mengira spons selalu bersih karena digunakan untuk mencuci. Padahal menurut Dr. Manan Sharma, spons adalah salah satu alat dapur yang paling mudah terkontaminasi bakteri pembusuk.

Struktur spons yang berpori membuatnya menjadi tempat ideal bagi bakteri untuk tumbuh. Karena itu, spons juga perlu dibersihkan dan dicuci secara rutin, bukan hanya digunakan berulang kali.

  1. Membiarkan Spons Terlalu Basah
BACA JUGA :  Sebagian Besar Tuntutan Ranah Nasional, DPRD Kota Bogor Komit Jembatani Suara Mahasiswa ke Pusat

Kesalahan besar lainnya adalah membiarkan spons tetap basah setelah digunakan. Menurut Dr. Kristen Gibson, kondisi lembap memberi lingkungan ideal bagi mikroorganisme untuk berkembang biak.

Ditambah lagi, dapur biasanya memiliki suhu yang mendukung bakteri bertahan hidup, yakni sekitar 4–60 derajat Celsius, yang dikenal sebagai danger zone oleh USDA.

  1. Menyimpan Spons di Tempat Sembarangan

Setelah digunakan, spons sebaiknya diperas hingga kering dan diletakkan di permukaan yang bersih serta kering.

Menyimpan spons dalam kondisi lembap atau di sudut dapur yang gelap hanya akan mempercepat pertumbuhan bakteri.

Dr. Sharma menekankan bahwa menyimpan spons dalam keadaan benar-benar kering bisa memperpanjang masa pakainya sekaligus menjaga kebersihan.

  1. Menggunakan Spons untuk Bersihkan Meja Dapur

Beberapa orang kerap menggunakan spons yang sama untuk mencuci piring sekaligus mengelap meja dapur. Tindakan ini justru berpotensi menyebarkan bakteri ke permukaan meja.

BACA JUGA :  Mengenal Ciri-Ciri Kecerdasan Intrapersonal, Kemampuan Memahami Diri yang Jadi Kunci Kesuksesan

Dr. Gibson menegaskan, spons sebaiknya hanya digunakan untuk mencuci piring. Untuk membersihkan meja dapur, gunakan tisu dapur, lap bersih, atau desinfektan food grade agar lebih aman.

  1. Memakai Spons Terlalu Lama

Tidak ada aturan pasti soal berapa lama spons boleh digunakan. Namun, spons yang digunakan setiap hari sebaiknya lebih sering dibersihkan atau diganti.

Studi tahun 2020 dalam Journal of Microorganisms menunjukkan bahwa membersihkan spons poliuretan dalam microwave 2–3 kali seminggu bisa secara signifikan mengurangi jumlah mikroorganisme yang menempel.

Spons cuci piring memang praktis, tapi bila tidak digunakan dengan benar justru bisa menjadi sumber penyakit. Pastikan untuk:

  • Mencuci dan membersihkan spons secara teratur
  • Memeras hingga kering setelah digunakan
  • Tidak mencampur fungsinya dengan lap meja
  • Mengganti spons secara berkala

Dengan kebiasaan sederhana ini, risiko penyebaran bakteri di dapur bisa diminimalisir.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================