Waspada Bahaya Kelebihan Lemak di Hati atau Steatosis Hati

BOGORTODAY.COM – Sedikit lemak di hati sebenarnya merupakan hal normal. Namun, ketika lemak di hati menumpuk berlebihan, kondisi ini tidak boleh disepelekan.

Kelebihan lemak di hati, atau dikenal dengan istilah steatosis hati, bisa memicu gangguan serius pada kesehatan.

Hati adalah organ terbesar kedua dalam tubuh manusia yang berfungsi memproses nutrisi dari makanan dan minuman sekaligus menyaring zat berbahaya dari darah.

Saat lemak menumpuk, hati bisa mengalami peradangan yang merusak jaringan dan menimbulkan jaringan parut. Dalam kasus parah, kondisi ini dapat berkembang menjadi gagal hati.

Apa Itu Steatosis Hati?

Steatosis hati adalah kondisi penumpukan lemak berlebih pada hati. Hati yang sehat memang tetap mengandung lemak dalam jumlah kecil. Namun, bila kadar lemak melebihi 5 persen dari berat hati, maka masalah akan muncul.

Sejak 2023, istilah steatosis hati digunakan menggantikan istilah perlemakan hati (fatty liver) karena cakupannya lebih luas dalam menjelaskan penyebab kondisi tersebut.

BACA JUGA :  Memahami Perbedaan Skizofrenia dan Bipolar: Dua Gangguan Mental yang Sering Disalahartikan

Jenis-jenis Steatosis Hati

  1. Penyakit hati terkait alkohol
    Disebabkan konsumsi alkohol berlebihan. Saat hati menyaring alkohol, sebagian sel hati mati. Jika jumlah alkohol terlalu banyak, hati tidak mampu mengganti sel-sel yang rusak dengan sel baru.
  2. Steatosis hati terkait disfungsi metabolik (MASLD)
    Sebelumnya dikenal sebagai penyakit perlemakan hati non-alkohol. Penumpukan lemak ini berhubungan dengan faktor kardiometabolik seperti obesitas, diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, dan kelainan lipid.
  3. Steatohepatitis terkait metabolik (MASH)
    Merupakan bentuk lebih serius dari MASLD. Lemak yang menumpuk memicu peradangan, kerusakan jaringan, hingga terbentuk jaringan parut (fibrosis).
  4. MASLD dengan peningkatan konsumsi alkohol (MetALD)
    Kombinasi faktor metabolik dengan konsumsi alkohol berlebihan. Batas konsumsi berlebihan ditetapkan lebih dari 140 gram alkohol per minggu untuk wanita, dan lebih dari 210 gram per minggu untuk pria.
  5. Steatosis hati akibat faktor lain
    Sejumlah obat atau penyakit tertentu dapat memicu penumpukan lemak di hati, meski penyebab spesifiknya kadang tidak dapat diidentifikasi.
BACA JUGA :  Bupati Cup 2026 Meriahkan HJB ke-544, 196 Peserta Adu Skill Biliar di Kabupaten Bogor

Tahapan Penyakit Hati akibat Steatosis

Tidak semua kasus steatosis hati berkembang menjadi penyakit serius. Namun, bila dibiarkan tanpa penanganan, kondisi ini bisa melalui beberapa tahap:

  1. Hepatitis (Steatohepatitis)
    Lemak berlebih membuat hati meradang (bengkak) dan merusak jaringan.
  2. Fibrosis
    Peradangan memicu terbentuknya jaringan parut yang membuat hati kaku dan rusak.
  3. Sirosis hati
    Jaringan parut menggantikan jaringan sehat. Jika tidak ditangani, sirosis bisa berlanjut menjadi gagal hati hingga kanker hati.

Pentingnya Deteksi Dini

Meski berbahaya, steatosis hati bisa dicegah dan dikendalikan melalui pola makan sehat, olahraga teratur, membatasi konsumsi alkohol, serta mengontrol faktor risiko seperti obesitas, diabetes, dan hipertensi.

Dengan deteksi dini serta perubahan gaya hidup, risiko komplikasi serius akibat kelebihan lemak di hati dapat ditekan.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================