Antam UBPE Pongkor Gandeng Petani Lokal, Bekali Pengolaan Keuangan Hingga Peningkatan SDM

Sejumlah petani asal Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, mendapatkan pembekalan transfer knowledge program pengelolaan lingkungan dan keuangan dari PT Antam Tbk UBPE Pongkor. (dok:Ist)

BOGORTODAY.COM – Sejumlah petani asal Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, mendapatkan pembekalan transfer knowledge program pengelolaan lingkungan dan keuangan dari PT Antam Tbk UBPE Pongkor.

Pembekalan pengelolaan keuangan dan dan lingkungan diharapkan bisa membantu para petani dalam manajemen kuangan serta memjaga lingkungan.

Asisten Manajer CSR PT Antam Tbk UBPE Pongkor, Edi Ayuba menjelaskan, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dibidang sektor pertanian perlu ditingkatkan serta memahami bahaya Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan pengelolaan keuangan.

“Jadi kegiatan ini kita selanggakan melihat dari segi SDM, SDM masyarakat khususnya di Kalongliud biasanya petaninya itu, petani bawaan ya, mangkanya kita akan berikan pengetahuan untuk cara pengelolaan keuangan yang baik, ada pengolahan sampah, pengolahan limbah B3, serta pengenalan keaneka ragaman hayati yang ada di wilayah sekitar,” katanya, Senin (06/10/25).

BACA JUGA :  Nadiem Makarim Sampaikan Pledoi di Sidang Kasus Chromebook, Tegaskan Tidak Terlibat Kebijakan Pengadaan

Menurut Ayuba, selain memberikan penerapan pengelolaan keuangan, jajaranya juga memberikan pehamana terhadap ekosistem alam yang perlu dijaga dan dilestarikan.

“Jadi fungsi kita itu untuk menambah pengetahuan untuk para petani yang ada di sekitar Kecamatan Nanggung khususnya di Desa Kalongliud, untuk menambah pengetahuan dan memberi wawasan kepada para petani supaya lebih terbuka juga lebih memahami apa itu limbah-limbah yang berbahaya serta keragamanan hayati yang patut dilindungi,” jelasnya.

BACA JUGA :  Kemnaker Catat 23.470 Pekerja Terkena PHK hingga Mei 2026, Lebih Rendah dari Tahun Lalu

Ia mengatakan, bahwa seusia memberikan pemahaman keuangan dan pengelolaan pertanian, jajarnga juga akan terus mendampingi para petani guna implementasi tepat sasaran.

“Itu itu pasti, setelah kita melakukan kegiatan ini, tim PT Antam itu akan menurunkan pendamping, memonitoring apa yang sudah diberikan itu berjalan atau tidak,” jelasnya.

Ia juga berharap agar kedepan para petani terbuka wawasannya serta menjaga ekosistem alam khususnya terhadap keaneka ragaman hayati.

Editor : Ilham Ariyansyah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================