Curhatan Buruh Kuli Hasil Tambang Andesit di Cigudeg dan Parungpanjang, Ekonomi Terdampak Saat Aktivitas Ditutup 

“Hari ini bisa dibilang seperti luka bagi kami. Barang-barang dari perusahaan, seperti pasir dan batu, sudah tidak ada lagi yang bisa kami kerjakan,” ucap Dani.

Menurutnya, bagi para kuli ganjur, kuli rata, dan kuli muat di pangkalan-pangkalan sekitar wilayah Bogor Barat, aktivitas tambang merupakan “dapur” penghidupan mereka.

“Ini dapur kami untuk mencari nafkah. Tapi dengan adanya peraturan ini, kami jadi korban. Kebutuhan sehari-hari sulit dipenuhi, bahkan kami tidak bisa membayar cicilan ke bank,” jelasnya.

BACA JUGA :  Anak Susah Makan? Ini Penyebab yang Sering Tak Disadari Orang Tua dan Cara Mengatasinya

Dani menuturkan, saat kondisi normal, ia bisa membawa pulang uang sekitar Rp200 ribu per hari untuk menafkahi anak dan istri. Namun, sejak penutupan tambang, ia sama sekali tidak memiliki penghasilan.

“Biasanya sehari bisa bawa Rp200 ribu. Tapi sudah lima hari ini nol, tidak ada penghasilan sama sekali,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Apple Hadirkan AI Generasi Baru untuk Pengembang, Xcode 27 Kini Punya Fitur Coding Agent Canggih

Ia pun berharap pemerintah segera memberikan solusi agar kondisi ekonomi warga kembali normal.

“Harapan saya, semoga pemerintah cepat menyelesaikan masalah ini. Tolong kasihanilah kami yang terdampak langsung akibat penutupan tambang ini,” pungkasnya.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Ilham Ariyansyah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================