
BOGORTODAY.COM – Pihak pelaksana pekerjaan proyek betonisasi Jalan Prumpung yang menghubungkan Kecamatan Gunung Sindur dengan Cicangkal, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, angkat bicara menanggapi isu dugaan keretakan pada jalan yang sedang dikerjakan.
Pelaksana lapangan dari CV Surya Sari Putra, Lutfi, menjelaskan bahwa retakan yang muncul pada beton bukan disebabkan oleh patahnya struktur jalan, melainkan akibat sifat alami material beton itu sendiri.
“Secara teknis, beton memang memiliki sifat penyusutan setelah pengerasan (setting), dan hal itu bisa menimbulkan crack atau patahan kecil di permukaan,” katanya, Selasa (7/10/2025).
Menurut Lutfi, terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan keretakan beton, di antaranya penyusutan alami beton, faktor cuaca, getaran dari kendaraan lalu lintas saat beton belum sepenuhnya mengeras.
“Namun untuk kasus di area Gunung Sindur, kami pastikan bukan patah struktur karena tidak ditemukan adanya beda tinggi antar bidang beton. Retakan tersebut tergolong ringan dan akan kami perbaiki menggunakan material grouting,” tegasnya.
Ia menambahkan, upaya penanganan keretakan dilakukan dengan metode grouting untuk memaksimalkan hasil pekerjaan dan menjaga kualitas konstruksi tetap sesuai standar teknis yang berlaku.
Sebagai informasi, proyek betonisasi Jalan Prumpung–Gunung Sindur–Cicangkal dilaksanakan melalui program penyelenggaraan jalan dengan nilai kontrak sebesar Rp11,96 miliar. Pekerjaan ini memiliki masa pelaksanaan 120 hari kalender, dan dikerjakan oleh CV Surya Sari Putra sebagai penyedia jasa konstruksi pemenang tender resmi.
Bagi HalamanEditor : Ilham Ariyansyah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















