
BOGORTODAY.COM – Reses Masa Sidang I DPRD Kabupaten Bogor Tahun 2025–2026 digelar di Kecamatan Leuwiliang dan dihadiri berbagai unsur pemerintahan serta masyarakat, Rabu (8/10/2025).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Leuwiliang WR Pelitawan, jajaran Forkopimcam, Kapolsek Leuwiliang, para kepala UPT, kepala desa se-Kecamatan Leuwiliang, serta anggota DPRD Kabupaten Bogor Dapil V.
Camat Leuwiliang WR Pelitawan memaparkan sejumlah capaian pembangunan yang tengah berjalan. Salah satunya, proyek pembangunan Pasar Leuwiliang yang kini telah mencapai 70 persen dan sedang dalam proses pengecoran struktur. Selain itu, beberapa ruas jalan yang sebelumnya diusulkan kini mulai dikerjakan.
“Total panjang jalan sekitar 29,5 kilometer, dengan 9 kilometer di antaranya mengalami kerusakan berat. Alhamdulillah, pada tahun 2025 terdapat dua sumber anggaran yang mendukung revitalisasi jalan, yakni sepanjang 410 meter dari dana APBD,” kata WR Pelitawan.
WR Pelitawan mengatakan, untuk tahun 2026, Dinas PUPR telah mengajukan penanganan tambahan sepanjang 1 kilometer. Sementara itu, program Inpres pusat juga akan mengalokasikan sekitar 2–3 kilometer perbaikan jalan.
“Jika semua terealisasi, hanya tersisa sekitar 6 kilometer jalan rusak yang perlu ditangani,” katanya.
Selain infrastruktur jalan, isu rumah tidak layak huni (RTLH) juga menjadi perhatian. Dari lebih dari 400 unit yang terdata, baru 201 unit yang menerima bantuan, dan hanya 20 unit yang telah diverifikasi.
Terkait sistem pengairan, beberapa saluran irigasi di wilayah Puraseda, Karyasari, dan Karacak yang sempat jebol sepanjang 30 kilometer tahun lalu telah mendapat penanganan awal. Namun, pemerintah kecamatan meminta DPRD untuk mengawal agar perbaikan dan peningkatan fungsi jaringan irigasi tersebut dapat direalisasikan secara maksimal.
Camat juga menyoroti rencana hibah jalan di belakang Pasar Leuwiliang yang saat ini masih berstatus milik pribadi. Jalan tersebut dinilai strategis sebagai akses utama ke pasar, sehingga pemerintah daerah diminta memberi perhatian terhadap proses legalitas dan pembangunan jalannya.
Di bidang pendidikan, kondisi beberapa sekolah disebut cukup memprihatinkan. SDN Karekel 03 mengalami kerusakan berat hingga kehilangan atap dan fasilitas MCK yang tidak layak. Sementara SDN Tanjungsari 2 sudah empat tahun tidak melanjutkan pembangunan lantai duanya.
Usulan juga disampaikan terkait revitalisasi Puskesmas Leuwiliang dan Puskesmas Puraseda yang terkendala keterbatasan lahan. Selain itu, pemerintah kecamatan mengajukan penambahan Puskesmas Pembantu (Pustu) di enam RW wilayah Tanjungsari dan Cianten, yang selama ini hanya mengandalkan layanan bus kesehatan keliling (busswing).
Dalam bidang sosial, persoalan ODGJ, manusia silver, anak punk, serta penyalahgunaan obat-obatan masih menjadi tantangan. Polsek Leuwiliang bersama unsur Forkopimcam telah rutin melakukan patroli mingguan, meski masih ditemukan sejumlah pelanggaran.
Camat WR Pelitawan juga menyampaikan usulan penyediaan sekretariat bagi para penggiat sosial serta pembangunan gelanggang olahraga (GOR) indoor di sekitar Stadion Leuwiliang. Lahan yang masih luas dinilai ideal untuk dijadikan kompleks olahraga sekaligus bagian dari program revitalisasi stadion.
Selain itu, kurangnya rambu lalu lintas di jalan utama Leuwiliang disebut menjadi kendala dalam penegakan hukum dan keselamatan pengguna jalan. Di sisi lain, lima desa yakni Purwasari, Puraseda, Pabangbon, Karyasari, dan Bantarkaret tercatat sebagai wilayah rawan bencana yang membutuhkan perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Bogor.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Komisi III, Aan Triana Almuharom, mengapresiasi masukan yang disampaikan pihak kecamatan.
“Banyak hal yang perlu kita diskusikan, namun usulan dari Pak Camat sudah sangat lengkap dan detail. Bulan November nanti, seluruh aspirasi ini akan kita bahas dalam APBD Murni. Harapannya, semua usulan bisa segera ditindaklanjuti agar kebutuhan masyarakat dapat terwujud,” tandasnya.
Bagi HalamanEditor : Ilham Ariyansyah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















