
BOGORTODAY.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bogor Daerah Pemilihan V menggelar reses di Kecamatan Leuwisadeng, Selasa (7/10/2025). Sejumlah usulan pembangunan yang tertunda sejak 2020 disampaikan kepada anggota dewan.
Camat Leuwisadeng Rudy Mulyana menyebut perluasan lahan Puskesmas Sadeng dan pasar belum terealisasi sejak 2020. Ia juga mengusulkan normalisasi Tempat Penampungan Pengelolaan Terpadu Desa Sadeng masuk anggaran 2026. Sekolah Dasar Negeri Sadeng Kolot yang rusak akibat angin kencang juga membutuhkan perbaikan segera.
“Kami berharap usulan-usulan ini bisa segera ditindaklanjuti dan menjadi prioritas pembangunan tahun 2026,” katanya, dikutip dari ceklissatu.com, Rabu (8/10/2025).
Anggota DPRD Kabupaten Bogor Aan Triana Almuharom mengatakan pembahasan anggaran 2026 baru dimulai bulan depan. Ia menekankan pentingnya pemerataan pembangunan di Bogor Barat, termasuk peningkatan dana desa dari Rp 1 miliar menjadi Rp 1,5 miliar. Program Satu Desa Satu Sarjana juga akan dilaksanakan.
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia Kecamatan Leuwisadeng Anto Sugiri menyuarakan kebutuhan sektor pendidikan. Ia meminta pengadaan laptop dan ruang kelas untuk mendukung program berbasis digital.
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor Asep Nukliri menyatakan siap memperjuangkan sektor pendidikan di Leuwisadeng. Anggaran pendidikan dalam APBD sudah mendekati Rp 3 triliun.
“Tahun depan kita dorong Pergub PAUD agar terealisasi, termasuk peningkatan tunjangan bagi pendidik nonformal,” ujarnya.
Asep mengajak semua pihak membenahi kebutuhan masyarakat yang belum terpenuhi. Pembangunan harus dimulai sekarang, baik infrastruktur, sumber daya manusia, maupun sumber daya alam.
Bagi HalamanEditor : Rifki Ramadhan
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















