
Ia juga menilai Kluivert terlambat merespons situasi saat Indonesia tertinggal 1-2.
“Kluivert kurang cepat membaca situasi di lapangan. Permainan monoton dan minim kreativitas saat kita mencoba keluar menyerang setelah tertinggal,” ujarnya.
Selain itu, pergantian pemain juga dinilai terlambat. “Pelatih agak lambat melakukan pergantian, sehingga kita kebobolan lagi di awal babak kedua,” tambahnya.
Perbaikan di Akhir Pertandingan
Masuknya Ole Romeny dan Thom Haye disebut membawa perubahan positif. Keseimbangan permainan mulai terbentuk dan serangan Indonesia menjadi lebih terarah.
“Setelah masuknya Romeny dan Haye, kendali lapangan tengah mulai bisa direbut. Sayangnya, waktu sudah terlalu sempit untuk mengejar ketertinggalan,” tutur Kusnaeni.
Meskipun permainan meningkat di akhir laga, Timnas Indonesia tetap gagal membalikkan keadaan. Beberapa peluang emas juga tak mampu dikonversi menjadi gol.
Laga Berikutnya Kontra Irak
Timnas Indonesia akan melakoni laga terakhir di ronde keempat menghadapi Irak pada Minggu (12/10/2025) dini hari WIB.
Kluivert kini dituntut untuk segera melakukan evaluasi, khususnya dalam hal kecepatan mengambil keputusan dan penguatan lini tengah agar Skuad Garuda bisa tampil lebih solid di laga penentuan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















