
Sedangkan perdarahan pasca melahirkan atau postpartum, lanjut dia, dinilai melalui pemantauan perdarahan misalnya, jumlah pembalut yang basah dalam satu jam, tanda-tanda infeksi cairan berbau, demam.
Dan gejala lain seperti pusing atau detak jantung cepat. Kombinasi preeklamsia dan perdarahan pasca melahirkan dapat meningkatkan risiko perdarahan,
“karena preeklamsia dapat menyebabkan kadar fibrinogen dalam darah rendah, sehingga sulit menghentikan perdarahan,” imbuh Amir.
“Mari bersama tingkatkan kesadaran akan pentingnya perawatan kehamilan dan persalinan yang aman,” pungkasnya. ***
Editor : Iman Rahman Hakim
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















