
Ajat juga menyoroti tantangan penyediaan kawasan perumahan layak dan berkelanjutan di tengah pesatnya pertumbuhan penduduk. Menurutnya, Pemkab Bogor tengah memetakan dua kawasan perumahan di 13 wilayah untuk menilai efektivitas dan efisiensinya agar pembangunan tidak menimbulkan persoalan baru seperti banjir, kriminalitas, atau ketimpangan sosial.
Ia mendorong sinergi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat dalam mewujudkan kawasan permukiman yang ideal. “Perumahan yang tidak direncanakan dengan baik akan menjadi beban di masa depan. Saya minta ada satu lokasi contoh yang bisa dijadikan proyek bersama lintas sektor,” katanya.
Terkait penyediaan air bersih dan sanitasi, Ajat mengungkapkan Pemkab Bogor sedang menyiapkan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM) untuk memperluas layanan air bersih, terutama di wilayah timur. Pemerintah juga mendorong Perumda Tirta Kahuripan meningkatkan jangkauan layanan serta membuka peluang kerja sama dengan investor.
Melalui penguatan basis data dan pembentukan Forum PKP, Pemkab Bogor berharap penataan perumahan dan kawasan permukiman dapat berjalan lebih terarah, terpadu, dan berkelanjutan menuju Kabupaten Bogor Maju, Sejahtera, dan Berkeadaban.
Editor : Ilham Ariyansyah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














