Pelayanan RSUD Kota Bogor Disorot DPRD di Tengah Isu Keterbatasan Obat

“Pelayanan tidak boleh berkurang. Walaupun obat tidak tersedia, pasien tetap harus ditangani terlebih dahulu, misalnya dengan diberikan resep untuk membeli obat di luar,” tegasnya.

Terkait anggaran sebesar Rp15 miliar yang telah dialokasikan DPRD untuk RSUD Kota Bogor, Ence menyebut dana tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan obat-obatan selama sesuai ketentuan.

“Kalau memang kebutuhannya mendasar untuk obat, ya harus dibelikan obat. Yang penting tidak melanggar aturan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Indonesia Bersiap Sambut Era 6G, Kesiapan Spektrum Frekuensi Jadi Tantangan Utama

Selain persoalan obat, DPRD juga menyoroti masalah manajemen keuangan dan utang RSUD yang dinilai perlu segera dibenahi. Saat ini, Inspektorat Kota Bogor tengah melakukan audit dan evaluasi terhadap RSUD, yang dijadwalkan rampung pada 10 Oktober 2025.

“Harus ada pembenahan manajemen agar pengelolaan keuangan lebih profesional dan tidak menumpuk masalah,” tambah Ence.

BACA JUGA :  Peduli Mobilitas Wartawan, Dinkes Kota Bogor Fasilitasi Cek Kesehatan Gratis di Mako PWI

Ia berharap audit dan perbaikan manajemen dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap RSUD sebagai layanan kesehatan utama masyarakat Kota Bogor.

“Harapan kami, RSUD tetap melayani masyarakat dengan baik. Jangan sampai ada pasien yang terlantar atau tidak dilayani,” pungkasnya.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Wartawan : Aditya Nugraha

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================