
Jejak Tarman: Pernah Tinggal di Jatipuro dan Punya Bisnis Samurai
Tarman diketahui berasal dari Jatipuro, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Camat Jatipuro, Kusbiyantoro, membenarkan bahwa Tarman pernah tinggal di wilayahnya, namun bukan warga asli setempat.
“Aslinya orang Pacitan. Saya tidak begitu paham tinggal berapa lama di Jatipuro,” ujarnya.
Di Jatipuro, Tarman sempat menikah dengan warga Desa Ngepungsari, namun bercerai pada tahun 2021. Sejak itu, ia tidak lagi tinggal di sana.
Kepala Desa Ngepungsari, Paryanto, menambahkan bahwa Tarman sempat menjalankan bisnis samurai atau pedang hobi di desanya.
“Bisnis samurai buat hobi. Tapi yang beli-beli mobil dari jauh-jauh,” kata Paryanto.
Menurut Paryanto, pembeli Tarman datang dari berbagai daerah. Ia bahkan menyebutkan bahwa harga menonton koleksi samurai Tarman bisa mencapai Rp 10 juta, sementara jika dipinjam atau dibawa pulang, tarifnya lebih besar.
Isu Pernah Terjerat Kasus Penipuan
Selain soal mahar, muncul pula kabar bahwa Tarman pernah dipenjara karena kasus penipuan. Namun, Paryanto mengaku tidak tahu secara pasti detail kasus tersebut.
“Pokoknya kasus samurai gitu, lalu dilaporkan,” ujarnya.
Hingga kini, belum ada pernyataan langsung dari Tarman terkait dugaan bisnis samurai maupun isu pernah dipenjara tersebut.
Kasus pernikahan Tarman dan Shela kini menjadi perhatian publik bukan hanya karena perbedaan usia 50 tahun dan mahar Rp 3 miliar, tetapi juga karena isu cek palsu dan masa lalu sang mempelai pria. Polisi memastikan akan terus memantau situasi ini agar tidak menimbulkan spekulasi liar di masyarakat.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















