
BOGORTODAY.COM – Badan Gizi Nasional (BGN)akan mempercepat pelaksanaan program rapid test di seluruh Sentra Pangan Gizi yang tersebar di berbagai wilayah. Langkah ini diambil sebagai bagian dari prosedur vaksinasi dan pengamanan pangan nasional.
Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mengatakan, pihaknya telah mengedarkan daftar vendor penyedia rapid test kepada seluruh SPG. Uji coba program ini telah dilakukan di 10 SPG pada minggu lalu.
“Kita akan segerakan. Kami sudah mengedarkan nomor-nomor vendor yang bisa menyediakan rapid test,” kata Dadan saat meninjau kegiatan di Sentul International Convention Center, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (13/10/2025).
Untuk pengadaan rapid test minggu ini, Badan Gizi Nasional telah menyiapkan 10 hingga 12 vendor sebagai mitra penyedia alat tes cepat. Seluruh SPG diwajibkan melaksanakan rapid test, menyusul sejumlah SPG yang dikelola Polri telah menerapkannya sejak awal.
Dalam menjamin kualitas penyediaan makanan bergizi, Badan Gizi Nasional menugaskan 5.000 juru masak profesional dari International Chef Association. Mereka akan mendampingi operasional SPG baru minimal lima hari, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, hingga distribusi makanan. Masa pendampingan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan.
Terkait anggaran, Dadan menyebutkan, penyerapan anggaran Badan Gizi mengalami kenaikan signifikan. Untuk 2026, lembaganya diproyeksikan menerima Rp 335 triliun, terdiri dari alokasi dasar Rp 268 triliun dan tambahan Rp 67 triliun yang telah disetujui.
“Anggaran ini akan mendukung transformasi besar dalam sistem pangan dan gizi nasional,” ujarnya. (CR4)
Bagi HalamanEditor : Bas
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















